Selasa, 26 Oktober 2021 / 20 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

GNPF MUI Ganti Nama Jadi GNPF Ulama, Ini Alasannya

bilal tadzkir/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Balon GNPF MUI pada Aksi Bela Islam III (Aksi 212) di lapangan Monas, Jakarta, 2 Desember 2016.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia disingkat GNPF MUI, diubah namanya menjadi GNPF Ulama. Hal itu disampaikan Ketua GNPF KH Bachtiar Nasir.

“Hanya ganti nama saja,” ujarnya kepada wartawan termasuk hidayatullah.com dalam konferensi pers terkait Perppu Ormas yang disahkan jadi UU Ormas di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/10/2017).

Baca: GNPF MUI Sampaikan Terima Kasih kepada Umat Islam dan Ulama

Bachtiar menjelaskan, perubahan nama itu agar apa yang dikawal GNPF berupa fatwa tidak semata-mata akarnya MUI.

“Karena tentu (MUI) punya privasi sendiri,” ungkapnya.

Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini juga mengatakan, hal itu agar MUI juga tidak terlalu terbebani dengan nama yang disandang.

“Sehingga istilah ‘ulama’ akan menjadi ijma bersama dari tokoh-tokoh GNPF dan ulama-ulama yang ada dalam mengambil keputusan,” tandasnya.

Baca: GNPF Ulama Tolak Perppu Ormas Jadi UU, Tempuh Jalur Hukum

Diketahui, GNPF MUI dibentuk sekitar bulan Oktober 2016 lalu di Jakarta oleh sejumlah ulama dan tokoh, buntut dari kasus penistaan agama dengan terpidana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubernur DKI Jakarta saat itu.

GNPF MUI lalu menggerakkan sebuah aksi besar-besaran dalam mengawal kasus penistaan agama itu, yang populer dengan sebutan Aksi Bela Islam. Aksi yang digelar beberapa kali ini sempat diikuti jutaan umat Islam dari berbagai kalangan dan daerah di Indonesia pada Jumat, 2 Desember 2016 (Aksi 212).*

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

MIUMI Lantik 9 Ketua Cabang Baru

MIUMI Lantik 9 Ketua Cabang Baru

Gelar Nobar Film G30S/PKI di Lubang Buaya, PKS Ingatkan Bahaya Laten Komunis

Gelar Nobar Film G30S/PKI di Lubang Buaya, PKS Ingatkan Bahaya Laten Komunis

Abubakar Ba’asyir Bacakan Pledoi Jelaskan Makna Bejama’ah

Abubakar Ba’asyir Bacakan Pledoi Jelaskan Makna Bejama’ah

UU ITE Dinilai Rawan Jadi Alat Kriminalisasi Kebebasan Berpendapat

UU ITE Dinilai Rawan Jadi Alat Kriminalisasi Kebebasan Berpendapat

Pagi Hari Idul Fitri, Masjid dan Puluhan Rumah Dibakar di Tolikara Papua

Pagi Hari Idul Fitri, Masjid dan Puluhan Rumah Dibakar di Tolikara Papua

Baca Juga

Berita Lainnya