Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pemuda Muhammadiyah: Sumpah Pemuda Memperkuat Identitas Keberagaman

Ali Muhtadin/hidayatullah.com
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Simanjuntak, di sela-sela aksi KOKAM mendemo gedung KPK di Jakarta, Jumat (24/03/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Hari ini, Sabtu, 28 Oktober 2017, merupakan hari peringatan Sumpah Pemuda.

Dalam rangka itu, PP Pemuda Muhammadiyah akan menggelar hari Puncak Sumpah Pemuda Muhammadiyah melalui Apel Kebangsaan Sumpah Pemuda di Universitas Muhammadiyah Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mulai pukul 08.00 WIB – selesai.

Apel Kebangsaan ini diagendakan diikuti oleh lebih dari 5000 pemuda. Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, didaulat menyampaikan Pidato Kebangsaan tentang Khittah Nalar Baru Pemuda Indonesia.

“Bagi Pemuda Muhammadiyah, Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 lalu, adalah titik awal kesadaran kolektif untuk bersatu sebagai bangsa dan negara, menjaga satu Tanah Air dengan bahasa tunggal yakni bahasa Indonesia yang menyatukan,” ujar Dahnil dalam pernyataannya diterima hidayatullah.com, Jumat (27/10/2017).

Namun, lanjutnya, kesadaran kolektif itu tidak mengabaikan eksistensi identitas etnis dan agama yang berbeda-beda, karena semangat etnis dan agama itu yang menjadi jiwa mendorong kemerdekaan.

Jadi, secara filosofis yang dilakukan para pemuda saat itu bukan upaya membentuk keseragaman dalam satu bangsa dan negara, namun justru memperkuat identitas keberagaman. “Dengan mengakui keberagaman itu akan mampu menyatukan karena nalar sehat keinginan untuk hidup bersama dan saling berbagi dalam satu Indonesia,” jelasnya.

Kata dia, para pemuda tahun 1928 sejatinya mewariskan semangat dialogis yang kuat. Dialog dalam keberagaman, dimana nalar sehat adalah instrumen utama dalam dialog tersebut.

Sehingga, imbuhnya, keberagaman dipahami sebagai pemersatu dan kekuatan bukan kelemahan, ditambah para pemuda saat itu memiliki musuh bersama bernama kolonialisme.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Kepala BNPB: 99 Persen Karhutla Akibat Ulah Manusia

Kepala BNPB: 99 Persen Karhutla Akibat Ulah Manusia

Kemenag Alokasikan Rp 3,2 Triliun untuk Madrasah

Kemenag Alokasikan Rp 3,2 Triliun untuk Madrasah

Wantim MUI: KH Ma’ruf Harus Mundur Jika Terpilih Jadi Wapres

Wantim MUI: KH Ma’ruf Harus Mundur Jika Terpilih Jadi Wapres

Habib Rizieq: Soal Lady Gaga Kok Dibawa ke Sidang Kabinet

Habib Rizieq: Soal Lady Gaga Kok Dibawa ke Sidang Kabinet

Kiai Maemoen Bacakan Fatwa, Dua Kubu PPP akhirnya Islah

Kiai Maemoen Bacakan Fatwa, Dua Kubu PPP akhirnya Islah

Baca Juga

Berita Lainnya