Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kenapa AS Tolak Masuk Panglima TNI? Kedubesnya Masih Tidak Menjelaskan

Kedubes AS untuk Indonesia.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Kenapa Amerika Serikat (AS) menolak Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo masuk ke negara Presiden Donald Trump itu? Pertanyaan itu sejauh ini belum terjawab ke publik.

Rabu (25/10/2017) kemarin, Kedutaan Besar AS di Jakarta mengeluarkan pernyataan menyikapi insiden pada Sabtu (21/10/2017) itu.

Namun, dalam pernyataan itu, Kedubes AS masih tidak menjelaskan alasan kenapa pihak pemerintah AS menolak Panglima TNI untuk masuk ke negaranya.

Kedubes AS menyebut insiden tersebut sebagai “Penundaan Penerbangan Panglima TNI… karena kesalahan administratif”.

Baca: Ditolak Masuk, Panglima TNI Putuskan Takkan Hadiri Undangan Pangab AS…

Kedubes AS menyatakan:

“Pada hari Sabtu, 21 Oktober, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo beserta istri mengalami penundaan saat akan naik pesawat menuju Amerika Serikat karena kesalahan administratif. Kesalahan tersebut secara cepat diluruskan. Kami telah mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah kejadian yang sama terulang kembali. Tidak ada larangan terbang untuk Panglima TNI dan istri, dan kami dengan senang hati menyambut mereka di Amerika Serikat.

Kami tetap menjaga komitmen Kemitraan Strategis kami dengan Indonesia, sebagai cara untuk memberikan keamanan dan kemakmuran bagi bangsa di kedua negara. Kami menyesalkan ketidaknyamanan yang ditimbulkan, dan kami telah menyampaikannya kepada Pemerintah Indonesia.

Baca: Dubes AS Minta Maaf atas Ditolak Masuknya Panglima TNI

Pemerintah Amerika Serikat berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap orang yang akan melakukan perjalanan ke Amerika Serikat diteliti dan diperiksa secara saksama demi menjaga tanggung jawab kami terhadap keamanan nasional AS. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas bantuannya dalam menyelesaikan hal ini.”

Sebelumnya, sehari pasca insiden itu, Kedubes AS di Jakarta, Ahad (22/10/2017), mengeluarkan pernyataan yang isinya terdapat permintaan maaf Dubes AS Joseph Donovan Jr kepada Menteri Luar Negeri RI atas kejadian penolakan terhadap Panglima TNI itu.

Baca: Panglima TNI Ditolak AS, Salim Said: Ini Bisa Dianggap Penghinaan

Sementara itu, pihak TNI menginfokan, meski larangan itu sudah dicabut, namun belum ada penjelasan resmi alasan penolakan itu.

“Permintaan maaf telah disampaikan oleh Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Erin Elizabeth Mckee menyampaikan bahwa larangan tersebut sudah tidak ada, sudah dicabut dan mempersilakan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memasuki wilayah Amerika Serikat, tetapi hingga saat ini belum ada penjelasan resmi penyebab Panglima TNI ditolak masuk Amerika Serikat,” demikian rilis resmi TNI dilansir di Jakarta, Selasa (24/10/2017).

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, walaupun Dubes AS di Indonesia sudah menyampaikan permintaan maaf dan Panglima TNI dipersilakan masuk AS, namun klarifikasi dari pemerintah AS atas insiden penolakan tetap perlu disampaikan. Demikian pandangan Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Prof Hikmahanto Juwana.

Baca: Pakar Hukum Internasional: Tolak Panglima TNI, AS Perlu Segera Klarifikasi

Hikmahanto menyebut ada tiga alasan mengapa AS perlu klarifikasi insiden ditolaknya Panglima TNI ke negeri Paman Sam oleh pihak pemerintah AS.

Antara lain, alasan penolakan perlu diketahui secara jelas tidak saja oleh pemerintah, namun juga oleh publik di Indonesia. “Karena ini akan mempengaruhi hubungan Indonesia-AS,” ujarnya kepada hidayatullah.com Jakarta melalui pesan elektronik, Senin (23/10/2017).*

Rep: SKR
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Amankan Natal, GP Ansor Jateng Turunkan 10.000 Banser

Amankan Natal, GP Ansor Jateng Turunkan 10.000 Banser

Draft RUU PUB Selesai Dibuat, Kemenag Berharap Masukan Representatif Kepentingan Umat

Draft RUU PUB Selesai Dibuat, Kemenag Berharap Masukan Representatif Kepentingan Umat

NU-Muhammadiyah Diperkirakan Ramadhan Bareng

NU-Muhammadiyah Diperkirakan Ramadhan Bareng

Habibie Nilai Pemerintah Tak Maksimal Dukung Industri Strategis

Habibie Nilai Pemerintah Tak Maksimal Dukung Industri Strategis

Jelang Pemilu, UBN: Jangan Saling Serang Sesama Muslim

Jelang Pemilu, UBN: Jangan Saling Serang Sesama Muslim

Baca Juga

Berita Lainnya