Jum'at, 9 Juli 2021 / 29 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

PP Muhammadiyah Ingatkan Umat Tidak Mudah Memfitnah dan Menuduh

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kanan) bersama jajarannya jumpa pers usai pertemuan dengan Presiden Jokowi di Pusat Dakwah PP Muhammadiyah di Jakarta, Selasa (08/11/2016).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengingatkan seluruh komponen bangsa, termasuk umat beragama dan kaum Muslimin, untuk menghindari perilaku gampang menuduh dan memfitnah yang berpotensi menimbulkan konflik.

Hal itu disampaikan sehubungan dengan kasus pembakaran kompleks pembangunan Masjid At-Taqwa/Taqwa Muhammadiyah di Desa Sangso, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, pekan kemarin.

Baca juga: Penyelesaian Sengketa Pembangunan Masjid, PP Muhammadiyah: Tangung Jawab Pemda Bireuen

Bahwa di antara sebab-sebab konflik yang berakibat pembakaran dan pengrusakan kompleks Masjid Taqwa itu, jelas Muhammadiyah, adalah ditimbulkan adanya fitnah bahwa ‘Muhammadiyah di Aceh berpaham Wahabi yang tidak sesuai dengan paham Aswaja’.

Padahal terangnya Persyarikatan Muhammadiyah adalah gerakan Islam amar makruf nahi mungkar yang berdasarkan al-Qur-an dan as-Sunnah.

“Yang selalu mengindahkan segala peraturan dan menjaga ukhuwah Islamiyah dan ikatan kebangsaan,” jelas Ketua PP Muhammadiyah M Busyro Muqoddas bersama Sekretaris Agung Danarto di Yogyakarta, Senin (23/10/2017) dalam pernyataannya diterima hidayatullah.com.

Baca juga: Muhammadiyah Bireuen Persilakan Kalangan Aswaja Tempuh Jalur Hukum

Oleh karena itu, sambungnya, “Muhammadiyah mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk tidak mudah memfitnah dan menuduh pihak lain yang tidak sesuai dengan paham keagamaannya sebagai paham Wahabi yang dapat menyebabkan dan menjadi sumber konflik dalam masyarakat.”

Terkait proses pembangunan Masjid Taqwa tersebut, PP Muhammadiyah menyerukan kepada KOKAM, Tapak Suci, dan seluruh kekuatan Angkatan Muda Muhammadiyah dan warga Muhammadiyah untuk siaga.

“Menjaga dan mengamankan aset dan amal usaha Muhammadiyah di daerahnya masing-masing,” pungkasnya.

Baca juga: Kepolisian Diminta Usut Pembakaran Balai Pengajian dan Tiang Masjid Muhammadiyah

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, tindakan intoleran terhadap area pembangunan masjid milik ormas Muhammadiyah Kabupaten Bireuen, Aceh kembali terjadi.

Balai pengajian dan tiang awal pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah di Desa Sangso, Kecamatan Samalanga, itu dibakar sekelompok massa, Selasa (17/10/2017) malam sekitar pukul 20.00 WIB.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Oknum Anggota AU – Kopassus Bertikai, Anggota DPR Ingatkan Doktrin Tri Dharma

Oknum Anggota AU – Kopassus Bertikai, Anggota DPR Ingatkan Doktrin Tri Dharma

Bamsoet: Pemulangan Eks ISIS Harus Direncanakan Matang dan Bertahap

Bamsoet: Pemulangan Eks ISIS Harus Direncanakan Matang dan Bertahap

Pimpinan MPR: Ahok Singgung SARA, Kepolisian Tindaklanjuti Aspirasi Umat

Pimpinan MPR: Ahok Singgung SARA, Kepolisian Tindaklanjuti Aspirasi Umat

IMM: Teror di Kediaman Amien Rais Merupakan Serangan Berencana

IMM: Teror di Kediaman Amien Rais Merupakan Serangan Berencana

Waspada! Fransiskus, Muallaf Gadungan Bersyahadat 20 Kali

Waspada! Fransiskus, Muallaf Gadungan Bersyahadat 20 Kali

Baca Juga

Berita Lainnya