Sabtu, 13 Februari 2021 / 2 Rajab 1442 H

Nasional

Hadapi Tantangan Berat, Anies-Sandi Dinilai Butuh Komitmen Moral Tinggi

Desca Lidya Natalia
Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Anies Baswedan (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kedua kiri), didampingi istri masing-masing Fery Farhati Ganis (kanan) serta Nur Asia (kiri) berfoto selepas pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Presidium Gerakan Anak Negeri (GAN) Pedri Kasman menilai, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, memerlukan komitmen moral yang tinggi untuk menghadapi tantangan memimpin ibu kota.

“Karena menjadi pemimpin itu memang bukan untuk bersenang-senang. Memimpin adalah menderita. Memimpin adalah pengorbanan. Apalagi janji-janji sudah terucap, maka itu menjadi hutang yang harus dilunasi,” ujarnya kepada hidayatullah.com Jakarta dalam keterangan tertulis, Selasa (17/10/2017).

Jika tidak, sambung Pedri, maka komitmen moral sebagai pemimpin akan dipertanyakan.

Beberapa tantangan dan janji yang harus diselesaikan, jelasnya, di antaranya adalah soal reklamasi Teluk Jakarta. Dimana Anies-Sandi menjanjikan akan menghentikan mega proyek yang kontroversial ini.

Baca: Pasca Pidato Anies, Menko Luhut Persilakan Jika Ingin Setop Reklamasi

Menurut Pedri, proyek reklamasi jelas bukan kebutuhan rakyat kebanyakan, bukan pula kebutuhan penduduk Kepulauan Seribu. Namun reklamasi lebih banyak kebutuhan korporasi dan kelompok elit.

Karenanya, kata dia, patut diduga keinginan untuk meneruskan reklamasi ini -pencabutan moratorium oleh Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan. Red– syarat konspirasi senyap pemegang kendali modal dengan pemegang kendali kuasa.

“Maka komitmen keberpihakan Anies-Sandi akan diuji. Apakah ia akan tunduk pada kenyataan atau bertahan dengan komitmen keberpihakan pada rakyat? Atau ia memilih jalan lain, jalan kompromi, misalnya,” ungkap Pedri.

Selain itu, tambahnya, janji-janji lain pun menanti. Soal rumah DP 0 persen, dikatakan Pedri, butuh formula yang jelas dan terukur. Jika hanya sekadar mengalihkan uang muka menjadi angsuran yang lebih tinggi, hal itu dinilai tanpa kebijakan gubernur pun bisa dilakukan oleh swasta.

Termasuk juga soal kemacetan lalu lintas yang tak kunjung teratasi dan banjir yang selalu akrab dengan Jakarta, yang tidak mudah untuk mengusirnya. Pedri menyatakan, butuh jurus jitu untuk menyelesaikan keduanya.

Baca: Pengelolaan Teluk Jakarta, Anies: Tak Boleh atas Kepentingan Korporasi Tertentu

“Semua kenyataan ini tentu mau atau tidak harus dihadapi pemimpin terpilih. Siapapun dia. Pemimpin yang benar dan idealis akan menjawabnya dengan kerja keras dan komitmen moral yang tinggi. Sebaliknya, pemimpin pragmatis dan oportunis akan mencari segudang alasan untuk berkelit,” tandasnya.

“Harapan rakyat terlanjur begitu tinggi pada Anies-Sandi. Semoga mereka dikuatkan, diteguhkan komitmen moral dan keberpihakannya pada kaum lemah dan mustadh’afin,” pungkas Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah ini.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pemkot Akui Bogor Belum Siap Jadi Kota Halal

Pemkot Akui Bogor Belum Siap Jadi Kota Halal

KH Hasyim Muzadi: “Indonesia Negara Ruwet”

KH Hasyim Muzadi: “Indonesia Negara Ruwet”

KH Ma’ruf Amin: MUI tidak Berpolitik, Ahok yang Masuk Ranah Agama

KH Ma’ruf Amin: MUI tidak Berpolitik, Ahok yang Masuk Ranah Agama

Anggota Komnas HAM: Kerusuhan Tolikara, Kemana Negara?

Anggota Komnas HAM: Kerusuhan Tolikara, Kemana Negara?

⁠⁠⁠Kesaksian KH Arifin Ilham Terkait Kericuan Aksi Damai 411

⁠⁠⁠Kesaksian KH Arifin Ilham Terkait Kericuan Aksi Damai 411

Baca Juga

Berita Lainnya