Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pidato Gubernur Anies: Pribumi Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri 

KBRN
Gubernur-Wagub DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menegaskan, rakyat pribumi Indonesia khusus warga Jakarta harus merdeka, menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hal itu ia tegaskan dalam pidatonya pada Pesta Rakyat Pelantikan Gubernur DKI Masa Jabatan 2017-2022 di Jakarta, Senin (16/10/2017).

Anies mengatakan, Jakarta memiliki makna pentingnya dalam kehidupan berbangsa. Di kota ini, tekad satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa persatuan ditegakkan oleh para pemuda. Di kota ini pula bendera pusaka dikibartinggikan, tekad menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat diproklamirkan ke seluruh dunia.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini juga mengatakan, Jakarta adalah satu dari sedikit tempat di Indonesia yang merasakan hadirnya penjajah dalam kehidupan sehari-hari selama berabad-abad lamanya. “Rakyat pribumi ditindas dan dikalahkan oleh kolonialisme. Kini telah merdeka, saatnya kita jadi tuan rumah di negeri sendiri,” imbuhnya.

“Jangan sampai terjadi di Jakarta ini apa yang dituliskan dalam pepatah Madura, ‘Itik se atellor, ajam se ngeremme.’ Itik yang bertelur, ayam yang mengerami. Seseorang yang bekerja keras, hasilnya dinikmati orang lain,” lanjutnya mengungkapkan. Pidato tertulisnya itu menyebar luas di media sosial dan menjadi pembicaraan masyarakat.

Baca: Marzuki Alie Ingatkan Anies-Sandi: Tepati Janji Tolak Reklamasi

Anies mengaku, ia dan Sandi -wakilnya, datang sebagai pemimpin baru Jakarta untuk melanjutkan segala dasar kebaikan yang telah diletakkan para pemimpin sebelumnya.

“Sembari memperjuangkan keberpihakan yang tegas kepada mereka yang selama ini terlewat dalam merasakan keadilan sosial, membantu mengangkat mereka yang terhambat dalam perjuangan mengangkat diri sendiri, serta membela mereka yang terugikan dan tak mampu membela diri,” tegasnya.

Jakarta adalah ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka selayaknya ia menjadi cermin dan etalasi dari semangat NKRI, semangat Pancasila, dan semangat tegaknya konstitusi. Di kota ini lah, kata dia, Pancasila harus mengejawantah, setiap silanya
harus mewujud menjadi kenyataan.

Baca: GAN Minta Anies-Sandi Teguh Berkomitmen Hentikan Reklamasi Teluk Jakarta

Dimulai dari hadirnya suasana ketuhanan dalam setiap sendi kehidupan kota. Indonesia bukanlah negara yang berdasar satu agama, namun Indonesia juga bukan negara sekuler. Ketuhanan, selayaknya menjadi landasan kehidupan warga. Prinsip ketuhanan ini kemudian harus diwujudkan pula dengan hadirnya rasa kemanusiaan dan keadilan bagi seluruh rakyat, tanpa ada yang terpinggirkan, terugikan, apalagi tidak dimanusiakan dalam kehidupannya, papar Anies.

“Prinsip ketuhanan ini kemudian harus diwujudkan pula dengan hadirnya rasa kemanusiaan dan keadilan bagi seluruh rakyat, tanpa ada yang terpinggirkan, terugikan, apalagi tidak dimanusiakan dalam kehidupannya,” tandas Anies.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Menkes: Masyarakat Harus Terapkan Protokol Kesehatan di Tempat Umum

Menkes: Masyarakat Harus Terapkan Protokol Kesehatan di Tempat Umum

Warga: Banjir Bandang Akhir 2016 Terdahsyat di Bima

Warga: Banjir Bandang Akhir 2016 Terdahsyat di Bima

Mardani Berharap Pemerintah Waspadai Politisasi Isu Bom Gereja Surabaya

Mardani Berharap Pemerintah Waspadai Politisasi Isu Bom Gereja Surabaya

Pengelola Firdaus Memorial Park Dukung Fatwa Haram Kuburan Mewah

Pengelola Firdaus Memorial Park Dukung Fatwa Haram Kuburan Mewah

Lukman Hakim: Alasan Penundaan Jilbab Polwan Mengada-ada

Lukman Hakim: Alasan Penundaan Jilbab Polwan Mengada-ada

Baca Juga

Berita Lainnya