Pemuda Al-Azhar Ingin Masjid Kembali Jadi Pusat Kejayaan Islam

Diharapkan tercapai tujuan strategis untuk dapat mereposisikan kembali masjid, bukan hanya sebagai tempat ibadah, namun juga sentral dakwah umat Islam.

Pemuda Al-Azhar Ingin Masjid Kembali Jadi Pusat Kejayaan Islam
skr/hidayatullah.com
Dialog bertema "Mengembalikan Masjid sebagai Sentra Kejayaan Umat Islam" di Auditorium Arifin Panigoro kompleks Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, gelaran YISC, Ahad (15/10/2017).

Terkait

Hidayatullah.com– Komunitas kepemudaan Youth Islami Study Club (YISC) Al-Azhar menginginkan kembalinya peran masjid sebagai pusat kejayaan Islam.

Ahad (15/10/2017) pagi-sore, YISC menggelar acara dialog kepemudaan antar civitas, komunitas, dan takmir masjid dengan tema “Mengembalikan Masjid sebagai Sentra Kejayaan Umat Islam”.

Bertempat di Auditorium Arifin Panigoro kompleks Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, acara ini menghadirkan tokoh pemuda Adhyaksa Dault, Ketua Kwartir Nasional Pramuka.

Baca: Ingin Jadikan Pusat Pendidikan Masyarakat, Masjid Ini Gelar Kajian Keluarga Islam

Turut pula sebagai pembicara Pembina Relawan Sahabat Tauhid Masjid Daarut Tauhid Cipaku Hari Sanusi dan Pemateri Tetap Kajian Lepas Kerja Masjid Daarut Tauhid Cipaku Miftahuddin.

Digelarnya dialog ini, menurut YISC, “Sebagai langkah nyata dalam membangun peradaban Islam yang madani melalui sinergi dan pemberdayaan pemuda.”

Dialog ini juga dinilai untuk membangun peluang pengoptimalan masjid di area DKI Jakarta dan sekitarnya.

Diharapkan, dengan acara itu, dapat menggerakkan para pemuda, baik civitas maupun komunitas, untuk keberlanjutan dakwah melalui sinergi dengan takmir masjid. “Dalam upaya memakmukan lebih banyak lagi masjid di sekitar rumah,” jelas YISC dalam keterangannya untuk hidayatullah.com di lokasi acara, Ahad siang.

Baca: Masjid Sebagai Mata Rantai Pusat Pendidikan Islam Dan Pembinaan Spiritual

Dengan demikian, diharapkan tercapai tujuan strategis untuk dapat mereposisikan kembali masjid, bukan hanya sebagai tempat ibadah, namun juga sentral dakwah umat Islam.

Dalam rangkaian acara itu, digelar sesi diskusi dan saling berbagi ilmu dan pengalaman dari perwakilan komunitas YISC Al-Azhar, Remaja Islam Masjid Sunda Kelapa (RISKA), dan Remaja Islam Mesjid Cut Meutia (RICMA).

“Kini saatnya pemuda menjadi agen perubahan untuk masyarakat Muslim yang madani,” pungkasnya.

Acara ini dirangkai juga dengan dialog interaktif bersama ketiga pembicara tersebut, serta sosialisasi tentang Rohingya dari ACT.

Baca: Masjid juga Harus berfungsi sebagai Pusat Peradaban

Saat masuk waktu zuhur, pantauan hidayatullah.com, ratusan peserta dan hadirin berbondong-bondong menunaikan shalat berjamaah di Masjid Agung Al-Azhar, sekompleks dengan ruangan acara tersebut.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !