Senin, 29 Maret 2021 / 15 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kemenag akan Gelar Halaqah Ulama ASEAN 2017

Kantor Kemenag Jakarta
Bagikan:

Hidayatullah.com– Kementerian Agama (Kemenag) kembali menggelar Halaqah (Sarasehan) Ulama ASEAN. Pelaksanaan halaqah tahun ini merupakan yang ketujuh sejak tahun 2010 yang dilakukan Pusat Peneletian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat.

Kepala Badan Litbang dan Diklat, Abdurrahman Masud mengatakan, halaqah tahun 2017 yang akan diselenggarakan tanggal 17-19 Oktober 2017 di Jakarta mendatang, merupakan tindaklanjut dari halaqah tahun 2016 yang saat itu mengambil tema “Mengembangkan Islam Moderat Melalui Jaringan Pesantren ASEAN” .

Tahun ini tema yang diangkat adalah “Memperkuat Daya Saing Lembaga Pendidikan Islam ASEAN”. Menurut Masud, tema ini penting dan perlu diangkat karena peran sentral pendidikan.

“Pendikan itu segala-galanya, (proses dan hasil) pendidikan itu lambat, tapi ia adalah kekuatan yang dahsyat,” ujar Masud di Jakarta, Jumat (13/10/2017) dalam siaran persnya yang diterima hidayatullah.com.

Baca: Terbentuknya Rabithah Ulama ASEAN

Halaqah ini diarahkan pada tiga hal. Pertama, pengembangan Islam moderat melalui jaringan pendidikan Islam ASEAN. Kedua, penguatan daya saing lembaga pendidikan Islam di ASEAN. Dan ketiga, membuat model lembaga pendidikan Islam yang kompetitif, mampu merespons tantangan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Masud merasa halaqah tahun ini lebih istimewa dibandingkan sebelumnya, karena didahului oleh penelitian tentang pesantren dan lembaga pendidikan yang memiliki kemandirian di bidang ekonomi, baik di Indonesia maupun di negara-negara ASEAN.

“Ternyata beberapa pesantren di Indonesia mampu mandiri dalam membiayai ekonomi dan mendorong jiwa wiraswasta kepada para santrinya. Di negara ASEAN lainnya, lembaga pendidikan Islam berjalan lewat usaha sendiri, terutama di negara-negara yang Muslimnya minoritas, seperti Kamboja dan Philipina,” ungkapnya.

Halaqah ini akan diikuti oleh 12 negara, 10 negara ASEAN dan dua dari China dan Timor Leste. “Kita bisa belajar masing-masing negara itu, karena tidak mungkin kita berdiri sendiri maka butuh pengalaman dari pembicara dari negara lainnya,” ucapnya.

Baca: Selain Persatuan Umat, Pertemuan Ulama dan Dai Dunia juga Bicarakan Investasi

Sejumlah pembicara yang akan hadir dalam halaqah antara lain Prof Dr Yunahar Ilyas (Wakil Ketua Umum MUI), Dra Nurhayati Subakat, Apt (CEO PT Paragon Technologi Innovation), Prof Dr Esmael Ebrahim (Direktur PCID Philipina). Ketiga narasumber tersebut akan berbicara tentang Daya Saing Ekonomi dan Lembaga Pendidikan Islam di ASEAN.

Lalu Prof Ronald Lukens Bull (University of North Florida, USA), Prof Abdurrahman Mas’ud, PhD (Kabalitbang dan Diklat Kementerian Agama), dan Dato’ Prof Dr Siddiq Fadzil (Presiden Kolej Dar Hikmah dan Pengurus Institut Darul Ehsan Selangor Malaysia) akan berbicara dengan topik ”Pendidikan Islam ASEAN dan Daya Saing Sumber Daya Manusia”.

Dan topik ”Lembaga Pendidikan Islam di ASEAN: Wacana Moderatisme dan Usaha Mengembangkan Pendidikan Berdaya Saing”, akan disampaikan oleh Prof Dr Azyumardi Azra (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Dr Khaerudin al-Juned (NUS Singapura), dan KH Maman Imanul Haq (Komisi VIII DPR RI).* Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Jenazah Hartono Mardjono Dimakamkan Hari Ini Bada Zuhur

Jenazah Hartono Mardjono Dimakamkan Hari Ini Bada Zuhur

Amnesty: Pelanggaran HAM Terhadap Muslim Uighur Dilakukan Sistematis

Amnesty: Pelanggaran HAM Terhadap Muslim Uighur Dilakukan Sistematis

Dompet Dhuafa Jawa Barat Beri Bantuan Ratusan Siswa Dhuafa

Dompet Dhuafa Jawa Barat Beri Bantuan Ratusan Siswa Dhuafa

Pimpinan Ahmadiyah Tidak Bergaul dengan Masyarakat

Pimpinan Ahmadiyah Tidak Bergaul dengan Masyarakat

MUI Imbau Ormas Tunda Acara Pengumpulan Massa, Cegah Covid-19

MUI Imbau Ormas Tunda Acara Pengumpulan Massa, Cegah Covid-19

Baca Juga

Berita Lainnya