Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Dirjen Pendidikan Islam: Guru Madrasah Harus Jadi Rujukan Masyarakat

Muhammad Abdus Syakur/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Santri Sidogiri belajar pendidikan agama.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Guru madrasah harus menjadi rujukan masyarakat dalam kehidupan beragama, menjadi teladan dalam perilaku, referensi, dan tempat bertanya bagi masyarakat.

“Untuk itu guru tidak boleh berhenti belajar,” ujar Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, saat membuka kegiatan Penyusunan Kisi-Kisi Ujian Madrasah di Bogor, Jawa Barat, lansir laman resmi Kemenag, Ahad (08/10/2017).

Baca: Pemerintah Jangan Bedakan Guru Madrasah dan Sekolah Umum

“Ilmunya (guru) harus didialogkan dengan realitas yang ada di masyarakat. Guru harus beraktualisasi dan berinteraksi dengan realitas yang berkembang di masyarakat,” tambahnya.

Dikatakan Dirjen, kualitas madrasah akan meningkat melalui setidaknya dua hal. Pertama, kemampuan madrasah memproduksi lulusan yang cerdas dan berakhlak mulia. Kedua, guru yang mampu berinteraksi dengan perkembangan masyarakat.

“Untuk itulah guru harus serius dan sungguh-sungguh mendidik siswanya secara profesional. Guru harus senantiasa mengembangkan kapasitas diri.

Guru akan selalu dikenal dan diingat karena karyanya, yaitu karya menyiapkan peserta didik yang cerdas dan berakhlak serta karya tulisan yang berbasis pengalaman sebagai refleksi,” ujarnya.

Baca: Pakar: Ada Banyak Peraturan Pemerintah Hambat Sertifikasi Guru Madrasah

Menurutnya, sejauh ini, guru kurang mengaktualisasikan dirinya dengan menulis dari apa yang dialami, dilakukan, dan diajarkan. Guru-guru katanya masih belum percaya diri untuk menulis.

“Ke depan, guru harus mampu merefleksikan pengalaman otentiknya dengan menulis, supaya dirujuk dan menjadi referensi dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Dirjen memberikan ilustrasi dari apa yang terjadi di Finlandia. Mengapa guru-guru di sana katanya terhormat, guru-guru di Finlandia mengaktualisasikan diri dengan menulis dan berinteraksi dengan masyarakat.

“Padahal aktualisasi diri guru-guru madrasah di Indonesia lebih luas dan lebih mudah. Karena dalam persepsi masyarakat, guru madrasah berkait langsung maupun tidak langsung dengan kehidupan beragama di masyarakatnya. Inilah tantangan guru kita,” katanya.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pemda DKI akan Denda Penyumbang Pengemis

Pemda DKI akan Denda Penyumbang Pengemis

Dua Anggota TNI Meninggal Akibat Serangan Kelompok Bersenjata Papua

Dua Anggota TNI Meninggal Akibat Serangan Kelompok Bersenjata Papua

Ketum Muhammadiyah: 74 Tahun Indonesia Harus Lebih Maju & Adil

Ketum Muhammadiyah: 74 Tahun Indonesia Harus Lebih Maju & Adil

Arab Saudi Siap Bantu Indonesia Atasi Kerugian Rp 800 Milyar

Arab Saudi Siap Bantu Indonesia Atasi Kerugian Rp 800 Milyar

Menkes: Namru Seenaknya Ambil Sampel Virus

Menkes: Namru Seenaknya Ambil Sampel Virus

Baca Juga

Berita Lainnya