Dirjen Pendidikan Islam: Guru Madrasah Harus Jadi Rujukan Masyarakat

“Untuk itulah guru harus serius dan sungguh-sungguh mendidik siswanya secara profesional. Guru harus senantiasa mengembangkan kapasitas diri."

Dirjen Pendidikan Islam: Guru Madrasah Harus Jadi Rujukan Masyarakat
Muhammad Abdus Syakur/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Santri belajar pendidikan agama.

Terkait

Hidayatullah.com– Guru madrasah harus menjadi rujukan masyarakat dalam kehidupan beragama, menjadi teladan dalam perilaku, referensi, dan tempat bertanya bagi masyarakat.

“Untuk itu guru tidak boleh berhenti belajar,” ujar Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, saat membuka kegiatan Penyusunan Kisi-Kisi Ujian Madrasah di Bogor, Jawa Barat, lansir laman resmi Kemenag, Ahad (08/10/2017).

Baca: Pemerintah Jangan Bedakan Guru Madrasah dan Sekolah Umum

“Ilmunya (guru) harus didialogkan dengan realitas yang ada di masyarakat. Guru harus beraktualisasi dan berinteraksi dengan realitas yang berkembang di masyarakat,” tambahnya.

Dikatakan Dirjen, kualitas madrasah akan meningkat melalui setidaknya dua hal. Pertama, kemampuan madrasah memproduksi lulusan yang cerdas dan berakhlak mulia. Kedua, guru yang mampu berinteraksi dengan perkembangan masyarakat.

“Untuk itulah guru harus serius dan sungguh-sungguh mendidik siswanya secara profesional. Guru harus senantiasa mengembangkan kapasitas diri.

Guru akan selalu dikenal dan diingat karena karyanya, yaitu karya menyiapkan peserta didik yang cerdas dan berakhlak serta karya tulisan yang berbasis pengalaman sebagai refleksi,” ujarnya.

Baca: Pakar: Ada Banyak Peraturan Pemerintah Hambat Sertifikasi Guru Madrasah

Menurutnya, sejauh ini, guru kurang mengaktualisasikan dirinya dengan menulis dari apa yang dialami, dilakukan, dan diajarkan. Guru-guru katanya masih belum percaya diri untuk menulis.

“Ke depan, guru harus mampu merefleksikan pengalaman otentiknya dengan menulis, supaya dirujuk dan menjadi referensi dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Dirjen memberikan ilustrasi dari apa yang terjadi di Finlandia. Mengapa guru-guru di sana katanya terhormat, guru-guru di Finlandia mengaktualisasikan diri dengan menulis dan berinteraksi dengan masyarakat.

“Padahal aktualisasi diri guru-guru madrasah di Indonesia lebih luas dan lebih mudah. Karena dalam persepsi masyarakat, guru madrasah berkait langsung maupun tidak langsung dengan kehidupan beragama di masyarakatnya. Inilah tantangan guru kita,” katanya.*

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !