Ahad, 28 Maret 2021 / 14 Sya'ban 1442 H

Nasional

Bantu Buku ‘Diary 212’, ACT: Kontennya Bermanfaat Mencegah Bencana Sosial

yahya g nasrullah/hidayatullah.com
Diskusi tentang buku 'Diary 212' di Jakarta, Rabu (04/10/2017).
Bagikan:

Hidayatulah.com– Direktur Komunikasi Aksi Cepat Tanggap (ACT), Iqbal Setyarso, menjelaskan, pihaknya mendukung penerbitan buku Diary 212 karena konten yang termuat bermanfaat untuk mencegah ketegangan antar kelompok masyarakat, sebab berbicara tentang persatuan umat dan keindonesiaan.

“Isinya bagus untuk ketahui orang banyak,” ujarnya ketika dihubungi hidayatullah.com Jakarta, Rabu (04/10/2017).

Karenanya, terang Iqbal, dalam hal ini juga bagian dari upaya mencegah bencana sosial atau kemanusiaan dengan tidak menunggu terjadinya benturan.

“Kita melihat tidak ada konten yang bernuansa negatif atau SARA,” tegasnya.

Baca: Buku ‘Diary 212’ Ditegaskan Tidak Terkait Kasus yang Menjerat Jonru

Ia mengatakan, ACT membantu pihak penyusun buku itu dengan membeli sebanyak 1.000 eksemplar dengan harga biasa cetak.

“Mereka merasa kita meringankan beban pihak penyelenggara buku itu, makanya dicantumkan logo ACT, sebagai bentuk penghargaan mereka,” imbuhnya.

Iqbal menambahkan, buku tersebut dipergunakan ACT sebagai cenderamata bagi yang berdonasi.

Dikatakannya, ACT juga terlibat di berbagai proyek buku-buku lain. Seperti novel terkait kebencanaan dan buku-buku inspiratif.

Sebelumnya, sebagaimana diketahui, pegiat media sosial Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian dengan tuduhan ujaran kebencian.

Baca: Rawat Spirit 212, JITU Gelar Bedah Buku “Mengetuk Pintu Langit”

Rumah Jonru yang berada di kawasan Kampung Makassar, Jakarta Timur, turut digeledah. Dari rumah Jonru inilah polisi menyita satu buah laptop, satu buah hardisk, dan satu eksemplar buku Diary 212 yang disusun oleh Nurbowo dan didukung oleh ACT.

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, penyusun buku Diary 212, Nurbowo, mengatakan, buku yang disusunnya hanyalah kumpulan tulisan-tulisan yang sudah berserakan di berbagai media sosial pasca Aksi Belas Islam III (Aksi 212), 2 Desember tahun lalu.

Ia pun mengaku telah meminta izin kepada orang-orang yang tulisannya dimuat dalam buku tersebut.

“Buku ini jahitan sana-sini yang dikumpulkan dan dikodifikasi. Ada juga yang diminta menulis tersendiri untuk menggenapi,” ujarnya dalam diskusi tentang buku Diary 212 di Jakarta, Rabu (04/10/2017).*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Puisi Sukmawati Soekarnoputri ‘Sudutkan’ Syariat Islam, Cadar, dan Adzan Dinilai Menyinggung SARA

Puisi Sukmawati Soekarnoputri ‘Sudutkan’ Syariat Islam, Cadar, dan Adzan Dinilai Menyinggung SARA

IAGI Dorong Edukasi Bencana Masuk Kurikulum Pendidikan SD

IAGI Dorong Edukasi Bencana Masuk Kurikulum Pendidikan SD

Menag Bantah Rilis Nama Muballigh untuk Memilah-milah

Menag Bantah Rilis Nama Muballigh untuk Memilah-milah

NU Jatim: Penutupan Dolly Harga Mati

NU Jatim: Penutupan Dolly Harga Mati

DPRD Padang Siapkan Ranperda Pemberantasan Perzinaan dan Pelacuran

DPRD Padang Siapkan Ranperda Pemberantasan Perzinaan dan Pelacuran

Baca Juga

Berita Lainnya