Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kuasa Hukum Alfian Tanjung: Dakwaan JPU Masih Janggal

Sirajuddin Muslim/hidayatullah.com
Suasana sidang dakwaan ulang Alfian Tanjung di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, Rabu (04/10/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Tim Advokasi Alfian Tanjung (TAAT) mengajukan eksepsi atau keberatan kepada Majelis Hakim atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, Rabu (04/10/2017) setelah ditunda pekan lalu.

Abdullah Alkatiri, Ketua TAAT, mengatakan bahwa ekspesi tersebut dilakukan karena adanya beberapa poin dakwaan yang dianggap janggal.

Di antaranya peristiwa hukumnya dan kompentensi pelapor.

“Peristiwa itu bukan di muka umum tapi dilakukan di masjid, apakah masjid itu tempat umum? Lalu kapasitas pelapor yang kami pertanyakan karena melaporkan pribadi tanpa ada rekomendasi dari Komnas HAM,” terang Alkatiri pada hidayatullah.com usai persidangan.

Baca: Sidang Alfian Tanjung, Polisi Batasi Pengunjung

Ia juga menyebutkan bahwa adanya dakwaan yang kabur, yakni terkait alat bukti yang diajukan dalam perkara ini.

Dalam laporan pelapor, menggunakan sarana YouTube sebagai bukti adanya ujaran kebencian, akan tetapi dalam dakwaannya JPU tidak menjerat terdakwa dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Faktanya dalam dakwaan hanya disebutkan transkrip dari YouTube,” sambungnya.

Seperti diketahui, JPU melimpahkan ulang dakwaan terhadap Alfian dengan dengan nomor Surat Dakwaan yang sama seperti sebelumnya, yakni PDM-321/Tg.Perak/07/2017.*/Sirajuddin Muslim

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Polemik Sidang Pleno I Muktamar NU Berakhir, Mekanisme Ahwa Dihapus

Polemik Sidang Pleno I Muktamar NU Berakhir, Mekanisme Ahwa Dihapus

Rohingya Kembali Bergolak,  HTI Tuntut Pengusiran Dubes Myanmar

Rohingya Kembali Bergolak, HTI Tuntut Pengusiran Dubes Myanmar

1.400 Santri Ikuti `Mufakat` Nasional di Lombok

1.400 Santri Ikuti `Mufakat` Nasional di Lombok

Sempat Dimurtadkan, Ratusan Warga Sentul Kembali Disyahadatkan

Sempat Dimurtadkan, Ratusan Warga Sentul Kembali Disyahadatkan

Pengamat: Pemuka Agama Harus Tanamkan Politik Uang “Najis”

Pengamat: Pemuka Agama Harus Tanamkan Politik Uang “Najis”

Baca Juga

Berita Lainnya