Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Survei Median: Masyarakat Menginginkan Figur Selain Jokowi di 2019

hidayatullah.com/Yahya
Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun
Bagikan:

Hidayatullah.com–Media Survei Nasional (Median) melakukan survei mengenai figur yang diinginkan masyarakat untuk bertarung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 mendatang.

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun mengatakan, survei tersebut dilakukan karena melihat suhu politik yang mulai meninggi dalam satu setengah tahun menjelang Pemilu Serentak.

Dinamika tersebut diantaranya, seperti pertarungan Pilgub DKI, Perppu Ormas, Pembubaran Ormas HTI, Isu kudeta, Saracen, Penangkapan sejumlah aktivis media sosial, Kasus E-KTP, Pansus Angket KPK, Isu krisis ekonomi, hingga G30S/PKI dan sejumlah isu panas yang mewarnai sepanjang tahun 2017 ini.

“Hasil survei menunjukkan pengetahuan atas mood publik, elaborasi atas derajat kepuasaan terhadap kinerja petahana, dan penilaian publik atas isu-isu sensitif,” ujarnya saat konferensi pers di Cikini, Jakarta, Senin (02/10/2017).

Baca: Tifatul Doakan Jokowi Gemuk dan Dilimpahkan

Dalam survei itu, sambung Rico, Joko Widodo masih menduduki elektabilitas tertinggi dengan prosentasi 36,2 persen. Disusul Prabowo sebesar 23,2 persen, Susilo Bambang Yudhoyono 8,4 persen, Anies Baswedan 4,4 persen, Panglima TNI Gatot Nurmantyo 2,8 persen, Jusuf Kalla 2,6 persen dan seterusnya.

Ia menyatakan, bahwa nama-nama tersebut ditanyakan kepada responden secara terbuka atau tidak diberikan opsi pilihan.

Atas hasil tersebut, Rico memaparkan, bahwa meski masih meraih elektabilitas tertinggi, Presiden Jokowi sebagai petahana tidak lagi dominan.

“Jika dibanding SBY saat Pilpres periode kedua, petahana memperoleh lebih dari 50 persen,” ungkapnya.

Baca: Ramai Isu Sensitif, Survei: Yang Paling Dikeluhkan Masyarakat Himpitan Ekonomi

Ia menjelaskan, beberapa faktor yang membuat Jokowi tidak lagi dominan sebagai petahan dikarenakan diantaranya penilaian masyarakat terhadap kapasitas Jokowi dalam menyelesaikan masalah, terutama soal ekonomi, dan isu-isu sensitif terkait umat Islam.

Karenanya, Rico menyampaikan, sebesar 63,8 persen masyarakat ingin mengganti Jokowi sebagai presiden.

Termasuk jika jumlah Jokowi dan Prabowo dijumlahnya, hasilnya terdapat 40,6 persen yang menginginkan selain dua figur tersebut.

“Publik sedang mencari figur alternatif diluar Jokowi dan Prabowo,” tandasnya.

Survei Median sendiri dilaksanakan pada 14 hingga 22 September lalu terhadap 1000 responden menggunakan metode sampling yang dipilih secara random dengan teknik Multistage Random Sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender dengan margin of error sebesar +/- 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

22 Peserta dari 8 Negara Ikuti Musabaqah Hifdzil Qur’an se-Asia Tenggara di Tangerang

22 Peserta dari 8 Negara Ikuti Musabaqah Hifdzil Qur’an se-Asia Tenggara di Tangerang

MIUMI ajak Istri Hary Tanoe, tak Kerahkan Medianya bela Miss World

MIUMI ajak Istri Hary Tanoe, tak Kerahkan Medianya bela Miss World

Momentum Aksi 212, Umat Islam Dianjurkan Biasakan Shalat Shubuh Berjamaah

Momentum Aksi 212, Umat Islam Dianjurkan Biasakan Shalat Shubuh Berjamaah

Sandi Dorong Santri Jadi Pemain dalam Industri

Sandi Dorong Santri Jadi Pemain dalam Industri

Selain Musabaqah, Saudi Akan Jalin Kerjasama Kegiatan Keagamaan Lain dengan Indonesia

Selain Musabaqah, Saudi Akan Jalin Kerjasama Kegiatan Keagamaan Lain dengan Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya