Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Perjuangkan Hak Warga Rohingya, PKS Mengaku akan Tempuh ‘Langkah Nyata Terukur’

zulkarnain/hidayatullah.com
Massa PKS mengikuti Aksi Bela Rohingya di kawasan silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (16/09/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mengaku, pihaknya akan melakukan langkah-langkah nyata dan terukur dalam memperjuangkan hak-hak warga Rohingya yang terusir.

Ia mengaku akan terus memperjuangkan kewarganegaraan etnis Rohingya hingga mendapat pengakuan pemerintah Myanmar.

“Jika ada kesempatan kita akan mengadakan diplomasi dan upaya untuk kewarganegaraan mereka. Kita akan mendesak dunia internasional untuk menyeret mereka pelaku genosida ke ranah hukum,” kata dia di Jakarta, pekan kemarin, dalam orasinya pada Aksi Bela Rohingya, Sabtu (16/09/2017).

Baca: Sebelum Aksi, PKS Mengaku Sudah Galang Dana untuk Rohingya Rp 3,8 M

Sohibul mengingatkan, agar penyelesaian krisis Rohingya tidak memunculkan masalah baru di Indonesia. PKS, papar dia, tidak menoleransi tindakan-tindakan radikal yang mengancam kesatuan NKRI.

Korban tewas dalam pembantaian etnis Rohingya oleh militer Myanmar meninggalkan duka bagi anak-anak Rohingya. Kehilangan ibu dan bapak saat berusia dini, menjadi pukulan telak bagi anak-anak Rohingya. Ditambah lagi tidak adanya tempat tinggal dan status kewarganegaraan yang jelas bagi mereka, ungkapnya.

“Tidak harus seorang itu ahli agama atau ahli ibadah asalkan seorang itu adalah manusia, pasti hatinya akan tersentuh oleh anak yatim piatu ini,” papar Sohibul. Dalam aksi itu, turut hadir sejumlah bocah Rohingya yang mengungsi dari Myanmar.

Baca: “Tolong Selamatkan, Saudara Kami Dibunuh, Dibakar, Dipotong, Ditembak, dan Diperkosa Tentara Myanmar”

Sementara itu, politisi PKS, Ahmad Syaikhu mengatakan, aksi bela Rohingya digelar untuk menggugah hati nurani dunia.

“Agar peristiwa kedzaliman yang terjadi di (wilayah tempat tinggal) Rohingya dan juga penjuru dunia lainnya tidak terjadi lagi,” ujar Syaikhu dalam orasinya.

Wakil Walikota Bekasi yang juga calon Wakil Gubernur Jawa Barat ini mengatakan, kedzaliman yang dilakukan militer Myanmar terhadap etnis Rohingya merupakan keironian di era modern saat ini.

“Di zaman modern seperti ini masih ada pembantaian. Ini tidak sesuai konstitusi kita yang mendorong perdamaian abadi dan keadilan sosial,” tegasnya.

Karena itulah, lanjut Syaikhu, rakyat Indonesia menggelar aksi dan menuntut perhatian dunia internasional agar kedzaliman terhadap etnis Rohingya dihentikan.* Zulkarnain

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Ahmad suparji tanggapi Pencabutan lampiran investasi miras

Pakar Apresiasi Surat Edaran Kapolri Terkait Penanganan Kasus ITE

Dalam Puasa Uang Beredar Jadi Rp 367 Triliun

Dalam Puasa Uang Beredar Jadi Rp 367 Triliun

Dirjen Aptika: Kedepan Proses Pemblokiran Akan Lebih Tertata Dan Berhati-hati

Dirjen Aptika: Kedepan Proses Pemblokiran Akan Lebih Tertata Dan Berhati-hati

NU-Muhammadiyah Jatim: Ramadhan Mulai 27 Oktober

NU-Muhammadiyah Jatim: Ramadhan Mulai 27 Oktober

Adara: Langkah Trump Puncak Penistaan atas Tanah Suci Umat Islam

Adara: Langkah Trump Puncak Penistaan atas Tanah Suci Umat Islam

Baca Juga

Berita Lainnya