Rabu, 3 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Nasional

Ribuan Massa Ikuti Aksi Bela Rohingya di Jakarta, Ini Tuntutan Mereka

ist/pks
Diperkirakan mencapai puluhan ribu massa memadati kawasan silang Monas dekat Monumen Patung Kuda, Jakarta Pusat, dalam Aksi Bela Rohingya 169 gelaran PKS, Sabtu (16/09/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Sedikitnya ribuan massa -ada yang memperkirakan puluhan ribu- termasuk kader dan anggota Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar aksi kemanusiaan bela Rohingya di kawasan silang Monas dekat Monumen Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Sabtu (16/09/2017).

Pantauan hidayatullah.com di lokasi aksi, Aksi kemanusiaan itu melahirkan tiga tuntutan kepada semua pihak, baik pemerintah, organisasi internasional, dan masyarakat dunia.

Pertama, menuntut pemerintah Myanmar menghentikan kekerasan dalam berbagai bentuk kepada warga etnis Rohingya.

Baca: Aksi Bela Rohingya, Lewat Poster dan Kata-kata

Massa aksi bela Rohingya 169 di Jakarta, Sabtu (16/09/2017), ini terdiri dari berbagai unsur, terutama kader PKS. [Foto: Zulkarnain/hidayatullah.com]

Kedua, menuntut agar Myanmar mengembalikan hak-hak kewarganegaraan etnis Rohingya sebagai warga negara Myanmar dan mengembalikan dari pengungsian ke kampung halaman mereka.

Ketiga, tuntutan agar menyeret pelaku genosida dan pembersihan etnis terhadap warga Rohingya ke Mahkamah Pidana Internasional.

Aksi Bela Rohingya 169 di Jakarta, Sabtu (16/09/2017), diikuti tokoh-tokoh lintas agama. [Foto: Zulkarnain/hidayatullah.com]

Aksi tersebut dihadiri antara lain oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, tokoh reformasi Amien Rais, perwakilan umat Buddha Indonesia, tokoh Islam KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie, Ketua Gerakan Ibu Negeri (GIN) Neno Warisman, dan ormas-ormas yang lain.

Baca: PKS Sisihkan Gaji Anggota Fraksinya untuk Sumbang Rohingya

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menegaskan dalam orasinya, PKS akan melakukan langkah-langkah nyata dan terukur dalam memperjuangkan hak-hak warga Rohingya yang terusir.

“Kami akan terus memperjuangkan kewarganegaraan etnik Rohingya hingga mendapat pengakuan pemerintah Myanmar. Jika ada kesempatan kita akan mengadakan diplomasi dan upaya untuk kewarganegaraan mereka. Kita akan mendesak dunia internasional untuk menyeret mereka pelaku genosida ke ranah hukum,” papar politisi asal Tasikmalaya ini.

[Foto: Zulkarnain/hidayatullah.com]

Sohibul pun menambahkan agar penyelesaian permasalahan etnis Rohingya tidak berdampak hingga memunculkan masalah baru di Tanah Air. PKS, papar dia, tidak menoleransi tindakan-tindakan radikal yang mengancam kesatuan NKRI.

“Tidak harus seorang itu ahli agama atau ahli ibadah, asalkan seorang itu adalah manusia, pasti hatinya akan tersentuh oleh anak yatim piatu ini (etnis Rohingya yang tertindas. Red),” papar Sohibul. Aksi ini digelar oleh PKS dan banyak elemen lainnya.* Zulkarnain

 

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

BPJPH: Biaya Sertifikasi Halal Masih Merujuk Aturan Tarif LPPOM MUI

BPJPH: Biaya Sertifikasi Halal Masih Merujuk Aturan Tarif LPPOM MUI

Amnesty International: Larangan Cadar IAIN Bukittinggi Melanggar HAM

Amnesty International: Larangan Cadar IAIN Bukittinggi Melanggar HAM

Atasi “Genosida” Rohingya, Sekjen PAHAM Desak Indonesia Berperan Aktif

Atasi “Genosida” Rohingya, Sekjen PAHAM Desak Indonesia Berperan Aktif

Semangat Bertilawah dengan Halaqah Qur’an

Semangat Bertilawah dengan Halaqah Qur’an

Warga Tagih Janji Ahok Keluarkan Aturan Larang Jual Miras

Warga Tagih Janji Ahok Keluarkan Aturan Larang Jual Miras

Baca Juga

Berita Lainnya