Senin, 20 September 2021 / 12 Safar 1443 H

Nasional

Amnesty Internasional: Diskriminasi atas Etnis Muslim Rohingya Akar Kekerasan di Myanmar

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Muslimin Rohingya shalat Maghrib berjamaah dengan sejumlah warga Aceh di mushalla pengungsian Kuala Langsa, Aceh. (2015)
Bagikan:

Hidayatullah.com– Direktur Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, menyatakan bahwa kekerasan yang terjadi pada etnis Rohingya berakar dari diskriminasi terhadap etnis minoritas Muslim itu di Myanmar.

“Terutama setelah adanya pencabutan status kewarganegaraan dari etnis minoritas Muslim Rohingya dari apa yang mereka sebut dengan konsep ras-ras nasional Myanmar pada tahun 1982,” ungkapnya dalam konferensi pers di Kantor Amnesty Internasional Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/09/2017).

Hamid mengungkapkan bahwa sebelum pencabutan kewarganegaraannya, warga Rohingya sudah lama tinggal di Myanmar.

“Sebenarnya warga Rohingya merupakan warga Myanmar yang sudah tinggal berabad-abad dalam catatan PBB,” jelasnya.

Bahkan, katanya, dalam catatan politik banyak sekali warga Rohingya yang aktif dalam anggota Dewan Myanmar.

“Tahun 1952 banyak sekali warga Rohingya yang aktif dalam parlemen dan lain-lain,” imbuhnya.

Pencabutan kewarganegaraan Rohingya tersebut, sambungnya, yang menjadi akar dari diskriminasi tersebut.* Ali Muhtadin

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Kekerasan atas Tokoh-tokoh Agama, Waspadai Upaya Adu Domba

Kekerasan atas Tokoh-tokoh Agama, Waspadai Upaya Adu Domba

Pelajar Mataram Dukung Jilbab Pelajar di Bali

Pelajar Mataram Dukung Jilbab Pelajar di Bali

Forum Ulama Jakarta Minta Hakim Tunggal Sidang Praperadilan HRS Berlaku Adil

Forum Ulama Jakarta Minta Hakim Tunggal Sidang Praperadilan HRS Berlaku Adil

Alkohol juga Penyebab Penting Kecelakaan Lalin di NTT 2017

Alkohol juga Penyebab Penting Kecelakaan Lalin di NTT 2017

Din Syamsuddin: Harus Adil, Bubarkan Juga Penentang Pancasila seperti Pengamal Liberalisme

Din Syamsuddin: Harus Adil, Bubarkan Juga Penentang Pancasila seperti Pengamal Liberalisme

Baca Juga

Berita Lainnya