Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Laporan BHRN: Muslim Rohingya Dipersulit di Segala Akses

Bagikan:

Hidayatullah.com– Burma Human Right Network (BHRN) melaporkan hasil temuan terkait krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar. Dalam laporan setebal 104 halaman tersebut, diungkapkan, etnis Muslim Rohingya mendapat pembatasan di segala akses kehidupan dalam beberapa tahun terakhir.

Direktur Eksekutif BHRN, Kyaw Win memaparkan, salah satu pembatasan yang diterima oleh Muslim Rohingya adalah akses pendidikan dan kesehatan yang diterapkan pemerintah Myanmar.

Ia mengatakan, terdapat pula blokade akses untuk Muslim oleh beberapa rumah sakit. Pihak rumah sakit bahkan dokternya menolak melakukan perawatan darurat karena warga Rohingya bukan berasal dari etnis atau agama yang sama dengan mereka.

“Itu merupakan pelanggaran yang jelas terhadap hak asasi manusia,” ujarnya dalam diskusi di The Wahid Institute, Jakarta, Kamis (14/09/2017).

Kyaw menjelaskan, sejatinya perilaku diskriminatif pemerintah Myanmar kepada masyarakat Muslim dilakukan secara sistematis, bahkan sejak 1982 lalu.

Tak hanya pembatasan akses pendidikan dan kesehatan.

Ia menyebut, perlakuan diskriminatif itu antara lain susahnya masyarakat Muslim memperoleh kartu tanda kewarganegaraan, otoritas pemerintah yang melarang perbaikan masjid, melarang berkumpulnya kaum Muslim untuk beribadah di wilayah pribadi, munculnya wilayah yang melarang Muslim untuk masuk, dan pelarangan untuk merayakan hari raya umat Islam.

Laporan BHRN ini merupakan hasil wawancara dengan 360 responden dalam delapan bulan masa penelitian. Termasuk testimoni dari 46 kota dan desa yang terdapat di seluruh Myanmar.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Parmusi Ajak Umat Islam Kawal Terus Persidangan Ahok

Parmusi Ajak Umat Islam Kawal Terus Persidangan Ahok

Effendi Gazali: Siapa Sebetulnya yang Membayar Lembaga-lembaga Survei?

Effendi Gazali: Siapa Sebetulnya yang Membayar Lembaga-lembaga Survei?

TPM Bantah Pernyataan Ansyaad Mbai Kasus Prancis

TPM Bantah Pernyataan Ansyaad Mbai Kasus Prancis

Kebakaran, Gedung Kejaksaan Agung Rusak Cukup Parah, Banyak Kertas Terbakar, Kejagung: Mohon Tak Berspekulasi

Kebakaran, Gedung Kejaksaan Agung Rusak Cukup Parah, Banyak Kertas Terbakar, Kejagung: Mohon Tak Berspekulasi

Adhyaksa Ingin Bangun Jakarta Dengan Dasar Ikhlas, Kepentingan Umat

Adhyaksa Ingin Bangun Jakarta Dengan Dasar Ikhlas, Kepentingan Umat

Baca Juga

Berita Lainnya