Selasa, 26 Oktober 2021 / 19 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Jokowi Bilang KPK Harus Dijaga, Dahnil: Ditunggu Aksi Nyatanya

Dok. Dahnil
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil A Simanjuntak, bersalaman komando dengan penyidik senior KPK, Novel Baswedan.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus dijaga. Presiden mengaku pemerintah akan terus menguatkan peran KPK.

Pernyataan Jokowi ini ditanggapi antara lain oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

Baca: Presiden Jokowi Mengaku Takkan Biarkan KPK Diperlemah

Dahnil menunggu aksi nyata Jokowi sebagai tindak lanjut pernyataannya soal KPK itu.

Aksi nyata Presiden itu, jelas Dahnil, antara lain dengan menghentikan tingkah laku partai politik “penggerak pelemahan KPK”.

Juga dengan Presiden menyetop “kriminalisasi” terkait kasus korupsi. Dalam hal ini Dahnil mengaitkannya kasus penyerangan dengan penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, 5 bulan lalu terhitung hingga Senin (11/09/2017).

“Mohon maaf, Pak (Jokowi. Red), ditunggu aksi nyatanya. Hentikan laku partai pendukung pemerintah penggerak pelemahan, stop kriminalisasi. TGPF kasus Novel,” ujar Dahnil lewat akunnya di Twitter, @Dahnilanzar, kemarin.

TGPF adalah Tim Gabungan Pencari Fakta kasus penyerangan Novel yang belakangan ini didesak oleh berbagai pihak untuk dibentuk oleh Presiden Jokowi.

Dahnil dalam banyak kesempatan mendesak Presiden membentuk TGPF kasus penyerangan Novel.

Sebelumnya, wacana terkait pembekuan atau pelemahan KPK kembali mencuat belakangan ini. Khususnya setelah anggota Pansus Angket KPK dari Fraksi PDI-P Henry Yosodiningrat mengatakan, dari hasil penyelidikan panitia angket, banyak hal di KPK yang harus dibenahi dan pembenahan ini butuh waktu lama.

Maka menurut anggota parpol pro pemerintah itu, jika perlu, untuk sementara KPK disetop dulu, dan wewenang pemberantasan korupsi dikembalikan kepada kepolisian dan Kejaksaan Agung dulu. Pernyataan kader PDI-P itu menuai protes banyak pihak.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Gubernur NTB: Saya Berupaya Maksimal Bentengi Umat”

Gubernur NTB: Saya Berupaya Maksimal Bentengi Umat”

Tahun Baru 1439 H, MUI Serukan Umat Teguhkan Ukhuwah Islamiyah dan Kebangsaan

Tahun Baru 1439 H, MUI Serukan Umat Teguhkan Ukhuwah Islamiyah dan Kebangsaan

Mantan Staf Mursy: Kudeta Mesir Telah Menewasnya 40 Wanita, 500 Ditangkap

Mantan Staf Mursy: Kudeta Mesir Telah Menewasnya 40 Wanita, 500 Ditangkap

Mendikbud: Penghafal Al-Qur’an Tidak Sulit Masuk Perguruan Tinggi

Mendikbud: Penghafal Al-Qur’an Tidak Sulit Masuk Perguruan Tinggi

Fadli Zon: Tindakan Komisaris PT Pelni Bisa Digolongkan Sebagai Islamophobia

Fadli Zon: Tindakan Komisaris PT Pelni Bisa Digolongkan Sebagai Islamophobia

Baca Juga

Berita Lainnya