Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Panglima TNI Siap Kirim Pasukan ke Myanmar, Kapolri akan Temui Kepala Kepolisiannya

RAKA DENNY/JAWAPOS
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Markas Besar TNI AD yang tak jauh dari Istana Negara, Jakarta Pusat, (07/11/2016).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pihak militer Indonesia menunjukkan sikapnya terkait kekerasan dan penindasan oleh junta militer Myanmar terhadap etnis Muslim Rohingya di Arakan alias Rakhine.

Setelah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo mengatakan siap mengirimkan pasukannya ke Myanmar dalam misi perdamaian, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian juga bersikap.

Terkait ini, sebelumnya diberitakan hidayatullah.com, Front Pembela Islam (FPI) meminta pemerintah Indonesia mengirimkan pasukan militer dalam upaya mengatasi kekerasan atas etnis Rohingya di Myanmar.

Baca: FPI Minta Indonesia Usir Dubes Myanmar

“(FPI) meminta kepada pemerintahan Indonesia untuk mengirim Pasukan Garuda ke Myanmar,” tandas Ketua Umum DPP FPI, Ustadz Ahmad Shabri Lubis, dalam keterangan tertulis diterima hidayatullah.com, Rabu (06/09/2017) di Jakarta.

Kemarin, Sabtu (09/09/2017), Kapolri Tito mengaku akan menemui Kepala Kepolisian Myanmar di ajang 37th ASEAN National Police (Aseanapol) Conference, Selasa-Kamis (12-14/09/2017) di Singapura.

Pertemuan kedua kepala kepolisian itu katanya untuk membahas masalah etnis Rohingya, yang berbondong-bondong mencari perlindungan ke Bangladesh karena kekerasan yang terjadi di Rakhine.

Baca: Turki Kirim Angkatan Lautnya Bantu Cari Pengungsi Muslim Rohingya

 

Kapolri mengaku prihatin atas tragedi kekerasan terhadap etnis Muslim Rohingya.

Kapolri mengaku berupaya membuka komunikasi dengan pemimpin kepolisian Myanmar guna membantu mencegah lebih banyak korban di kalangan masyarakat.

“Sebagai umat Muslim, saya prihatin dengan persoalan ini,” ujar Kapolri Tito di Hotel Sultan, Jakarta dikutip Antara.

Terkait rencana pertemuan itu, Kapolri mengatakan, “Nanti ada Aseanapol Conference hari Selasa di Singapura. Saya nanti minta waktu lakukan bilateral meeting dengan Kepala Polisi Myanmar untuk diskusikan soal Rohingya.”

Baca: Presiden Jokowi Desak Myanmar Hentikan Kekerasan terhadap Etnis Muslim Rohingya

Sebelumnya, Panglima TNI Gatot mengatakan, upaya ikut menjaga perdamaian dunia telah tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Dengan demikian, terkait kekerasan terhadap etnis Rohingya, pasukan TNI siap berangkat ke Myanmar jika memang dibutuhkan.

Namun, menurut Gatot, langkah itu dilakukan jika ada keputusan dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) terlebih dulu.

“Semua tergantung PBB karena pasukan perdamaian di bawah PBB,” ujar Gatot di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (08/09/2017) lalu kutip Kompas.com.

“Kapan pun diminta, kami siap, dan dengan senang hati,” tambah sang jenderal.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Rakernas I, Wanita Pengusaha Muslimah Indonesia Menuju Kemandirian

Rakernas I, Wanita Pengusaha Muslimah Indonesia Menuju Kemandirian

Sudah Tenang, NU Jember Kosentrasi Pemakaman Korban

Sudah Tenang, NU Jember Kosentrasi Pemakaman Korban

Gubernur Babel: Sertifikat Halal Beri Rasa Aman dan Nyaman

Gubernur Babel: Sertifikat Halal Beri Rasa Aman dan Nyaman

Menembak Mati Paramedis Gaza, Israel Melanggar Hukum Internasional

Menembak Mati Paramedis Gaza, Israel Melanggar Hukum Internasional

Yayasan Daarul Qur’an Selenggarakan Konferensi Internasional Tahfidz Qur’an

Yayasan Daarul Qur’an Selenggarakan Konferensi Internasional Tahfidz Qur’an

Baca Juga

Berita Lainnya