Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Biksu Vidya Sasana: Penindasan Tidak Bisa Diterima Rasa Kasih

yahya g nasrullah/hidayatullah.com
Kepala Pusdiklat Buddhis Bodhidharma, Biksu Vidya Sasana (tengah), bersama tokoh-tokoh lintas agama dalam konferensi pers tentang tragedi Rohingya di Jakarta, Rabu (30/08/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Kepala Pusdiklat Buddhis Bodhidharma, Biksu Vidya Sasana, menegaskan, segala bentuk penindasan tidak bisa diterima oleh akal sehat manusia, apalagi rasa kasih.

“Maka sewajarnya kita bersama-sama untuk mengingatkan manusia-manusia seperti yang ada di Myanmar agar mereka bisa kembali menghargai manusia seutuhnya,” ujarnya kepada hidayatullah.com di Jakarta, baru-baru ini.

Baca: Krisis Kemanusiaan Rohingya, Majelis Buddha Indonesia Berharap Segera Berakhir

Terkait persoalan penindasan etnis Rohingya yang dilakukan oleh junta militer Myanmar, Biksu Vidya mengaku terus bersuara agar bagaimana semua pihak bisa menghargai sisi kemanusiaan.

Langkah itu, terangnya, sebagai upaya memberi kesejukan dan menjaga solidaritas antar umat beragama.

Sebagaimana dilaporkan, pemerintah Myanmar melalui pasukan militernya terus melakukan tindak kekerasan bahkan pembantaian kepada etnis Rohingya yang berada di Rakhine, Myanmar.

Baca: Kekerasan atas Rohingya, Majelis Buddha Indonesia: Tak Mencerminkan Perilaku Beragama

Hal itu menuai kecaman dari dunia internasional termasuk masyarakat Indonesia. Berbagai elemen dan organisasi lintas agama menyampaikan sikap tegas sekaligus berupaya menjaga kondusifitas dalam negeri, terutama antar umat beragama.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

FSLDK : Pemerintah Harus Hukum Berat Koruptor

FSLDK : Pemerintah Harus Hukum Berat Koruptor

Razia Warnet di Banjarmasin Berdampak Positif

Razia Warnet di Banjarmasin Berdampak Positif

Umat Islam Perlu Menyepakati Sistem Kalender Berbasiskan Qamariah dan Hijriah

Umat Islam Perlu Menyepakati Sistem Kalender Berbasiskan Qamariah dan Hijriah

JAT: Penutupan PP Akhfiya  dan Pengeroyokan Ustad Mirip Isu Santet 1998

JAT: Penutupan PP Akhfiya dan Pengeroyokan Ustad Mirip Isu Santet 1998

Universitas Andalas Terima Mahasiswa Khusus Penghafal Al-Quran

Universitas Andalas Terima Mahasiswa Khusus Penghafal Al-Quran

Baca Juga

Berita Lainnya