Gali Khazanah Keilmuan Islam, Ekspedisi Jejak Walisongo Digelar

Etape pertama tersebut akan berlangsung 30 Agustus-10 September 2017 dengan agenda menyambangi sejumlah pesantren di jalur Pantai Utara Jawa serta bersilaturahmi dengan ulama.

Gali Khazanah Keilmuan Islam, Ekspedisi Jejak Walisongo Digelar
niesky/hidayatullah.com
Konfrensi pers dan pelepasan Ekspedisi Jejak Walisongo etape pertama di Jakarta Rabu (30/08/2017).

Terkait

Hidayatullah.com– Antara lain untuk menggali keilmuan yang diwariskan Walisongo, rombongan Tim Ekspedisi Jejak Walisongo Etape Pertama diberangkatkan.

Etape pertama tersebut akan berlangsung 30 Agustus-10 September 2017 dengan agenda menyambangi sejumlah pesantren di jalur Pantai Utara Jawa serta bersilaturahmi dengan ulama.

“Tujuan ekspedisi ini dalam rangka menggali khazanah warisan keilmuan Walisongo yang tertinggal,” kata Direktur Laznas BSM Umat, Rudi Irawan saat konfrensi pers sesaat sebelum melepas Tim Ekspedisi Jejak Walisongo di Wisma Mandiri 1, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (30/08/2017).

“Karena kalau bicara Walisongo sekarang, kan, hanya identik dengan masalah mistis. Kami ingin menggali lebih dari itu, yakni jejak keilmuan mereka,” lanjutnya menerangkan.

Baca: Dengan Sikap Moderat Walisongo, Islam Diterima dengan baik di Indonesia

Rudi menambahkan, Indonesia yang dulu dikenal dengan Nusantara ternyata pernah dibicarakan oleh dunia Islam internasional yang bernaung di bawah kesultanan Turki Usmani.

Sehingga dikirimkan ulama yang tidak hanya ahli ilmu agama, tapi juga memiliki kemampuan menjawab persoalan duniawi yang dihadapi umat.

“Misalnya Walisongo angkatan satu dipimpin oleh Syaikh Maulana Malik Ibrahim asal Turki, yang berangkat sekitar tahun 1400 M. Beliau adalah ulama yang memiliki keahlian dalam bidang politik dan sistem pengairan,” jelasnya.

Baca: Ulama Sufi dan Islam Nusantara

Sementara itu, Sekretaris Yayasan BSM Umat Meidy Ferdiansyah, menjelaskan, misi Walisongo serupa dengan visi dan misi laznas itu, yakni bersifat universal.

“Semangat yang kita usung sama, bersifat universal dan berorientasi kepada pemberdayaan umat,” kata dia. Ekspedisi itu digelar oleh laznas tersebut dengan menggandeng Ahad.co.id.

Sedangkan, Pemimpin Redaksi media online itu, Tjahja Gunawan mengatakan, ekspedisi ini tidak lain sebagai upaya untuk menyatukan kembali simpul-simpul yang terputus.

“Berdasarkan studi literatur, sebenarnya banyak ulama di Pulau Jawa yang memiliki sambungan silsilah keilmuan hingga ke Walisongo, dan hal tersebut yang ingin kita telusuri kembali,”imbuhnya.

Karena itu lanjutnya, dengan melakukan penelusuran jejak Walisongo, dia berharap dapat kembali menyambungkan tali yang sempat terputus dan kembali menghidupkan obor yang sempat padam.

Baca: Islam dan Pembebasan Indonesia

Tim Ekspedisi Jejak Walisongo etape pertama beranggotakan 16 orang. Terdiri dari redaksi media itu dan laznas tersebut. Sejumlah kota yang akan disinggahi antara lain Subang, Cirebon, Pekalongan, Rembang, Lasem, dan Yogyakarta.

Ekspedisi ini nantinya akan berlanjut ke etape kedua, yang insyaallah akan dimulai bulan Oktober mendatang. Kota yang akan disambangi wilayah Jawa Timur sampai Madura.

Dalam kegiatan ini, laznas itu mengikutkan Muzakki dan penerima manfaat dalam program Sahabat Mahasiswa untuk berperan aktif dalam kegiatan laznas itu.*

Rep: Niesky Abdullah

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !