Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Indonesia Dorong Pemerintah Myanmar Pulihkan Keamanan Negaranya

Rifa'i fadhly/hidayatullah.com
Aksi Peduli Rohingya depan Kedubes Myanmar di Jakarta, Jumat, 25 November 2016.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pemerintah Indonesia mengecam serangan termasuk atas fasilitas penampungan pengungsi di Maungtaw Rakhine, Myanmar, pada 25 Agustus lalu. Serangan ini mengharuskan ratusan orang mengungsi dan menyebabkan putaran kekerasan baru.

Indonesia juga menyesalkan telah jatuhnya korban, baik korban jiwa maupun luka-luka. Pemerintah Myanmar diminta segera mengambil langkah-langkah untuk segera memulihkan keamanan dan memberikan perlindungan kemanusiaan secara inklusif.

Baca: Atasi “Genosida” Rohingya, Sekjen PAHAM Desak Indonesia Berperan Aktif

“Indonesia juga mendorong semua pihak segera menghentikan aksi kekerasan, berkontribusi terhadap pemulihan keamanan, serta menghormati hak asasi manusia masyarakat di Rakhine State termasuk masyarakat Muslim,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia yang diterima hidayatullah.com, Selasa (29/08/2017).

Situasi di Rakhine, menurut Kemlu, sangat kompleks. Kerja sama semua pemangku kepentingan diperlukan agar perdamaian, keamanan, stabilitas, dan pembangunan inklusif, dapat dilakukan di Rakhine.

Baca: Ekstremis Buddha Blokir Akses Muslim Rohingya

Situasi yang damai, aman, dan stabil di Myanmar termasuk di Rakhine penting untuk mendukung terjaganya stabilitas di ASEAN dan pembangunan yang berkelanjutan di kawasan.

Indonesia akan melanjutkan kerja sama dengan Myanmar dalam proses rekonsiliasi, demokratisasi, dan pembangunan inklusif, termasuk upaya implementasi rekomendasi laporan Kofi Annan.

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, aksi penembakan dan pembakaran besar-besaran telah berlangsung di Maungdaw dan Rathedaung sejak hari Jumat – Senin, (28/08/2017), dilaporkan laman Rohingya Vision TV.

Baca: Catatan Kekerasan Militer Myanmar terhadap Etnis Rohingya Hari ke 4

Inilah aksi kekerasan yang dilakukan pihak aparat kepada etnis Muslim Rohingnya dalam empat hari, dilakukan tanpa pandang bulu, demikian dilaporkan laman RivisionTV.

Militer Myanmar dinilai melakukan aksi pembunuhan melampaui batas hukum yang dimiliki di kawasan Rakhine yang dihuniwarga Muslim Rohingnya.* Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Sulit Ditemui, Guruh minta Jokowi Waspadai Orang-orang Terdekatnya

Sulit Ditemui, Guruh minta Jokowi Waspadai Orang-orang Terdekatnya

Ketua AFKN: Dengan Islam, Irian Takkan Lepas dari NKRI

Ketua AFKN: Dengan Islam, Irian Takkan Lepas dari NKRI

Ormas Islam Desak Penertiban Penjualan Miras

Ormas Islam Desak Penertiban Penjualan Miras

Turki Siap Jalin Kerjasama Industri Alusista dan Penanggulangan Terorisme

Turki Siap Jalin Kerjasama Industri Alusista dan Penanggulangan Terorisme

Warga: Banjir Bandang Akhir 2016 Terdahsyat di Bima

Warga: Banjir Bandang Akhir 2016 Terdahsyat di Bima

Baca Juga

Berita Lainnya