Senin, 18 Oktober 2021 / 11 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

PayTren Dapat Sertifikat DSN MUI, Yusuf Mansur: Ini Bukan Rekayasa

ist.
Yusuf Mansur saat menerima sertifikat syariah dari Ketua Umum MUI KH Maruf Amin didampingi Sekjen MUI Anwar Abbas, dan Dirut PayTren Hari Prabowo saat penyerahan Sertifikat Syariah DSN-MUI di Bogor, Jawa Barat, Senin (07/08/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– PayTren akhirnya memperoleh sertifikat syariah dari Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI), awal pekan ini. Sertifikat tersebut didapat melalui proses yang cukup panjang.

Pemilik PayTren, Ustadz Yusuf Mansur, mengatakan, kendati ia seorang ustadz namun proses tetap sama dengan masyarakat, tidak ada perbedaan.

“Walaupun semua orang di DSN MUI kenal, semua berjalan sesuai aturan. Itu yang menyebabkan proses lama,” kata Yusuf Mansur kepada sejumlah wartawan, termasuk hidayatullah.com, di AXA Tower, Jl Professor Doktor Satrio, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin, Rabu (09/08/2017).

Yusuf Mansur merasa bersyukur dengan adanya sertifikat tersebut, karena membuat masyarakat tidak lagi ragu-ragu untuk bergabung di PayTren.

Pimpinan Daarul Quran tersebut menambahkan, proses sertifikasi syariah ini murni proses di DSN MUI tidak direkayasa.

“Pernah kami menawarkan kendaraan untuk antar jemput mereka, mereka menolak kendaraan itu. Bahkan ada yang naik kereta, Masya Allah, mana mungkin orang berintegritas seperti itu kami beli,” ungkapnya.

Sebelumnya, Yusuf Mansur menerima sertifikat syariah dari Ketua Umum MUI KH Maruf Amin didampingi Sekjen MUI Anwar Abbas, dan Dirut PayTren Hari Prabowo saat penyerahan Sertifikat Syariah DSN-MUI di Bogor, Jawa Barat, Senin (07/08/2017).

Sertifikasi Syariah adalah fatwa tertulis MUI yang menyatakan suatu sistem atau produk telah sesuai dengan syariat Islam.*

Rep: Niesky Abdullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

MUI, FKUB, dan Kemenag Dukung Warga Bangun Mushalla di Grand Wisata Bekasi

MUI, FKUB, dan Kemenag Dukung Warga Bangun Mushalla di Grand Wisata Bekasi

Dugaan Skandal Gereja Bethany Surabaya, Pendeta Gelapkan Dana Jemaat Rp 4,7 Triliun

Dugaan Skandal Gereja Bethany Surabaya, Pendeta Gelapkan Dana Jemaat Rp 4,7 Triliun

Zaman Soeharto, Jika Berbeda Pandangan dengan Presiden Disebut Anti Pancasilais

Zaman Soeharto, Jika Berbeda Pandangan dengan Presiden Disebut Anti Pancasilais

KontraS: Polisi Lakukan 643 Kasus Kekerasan dalam Setahun

KontraS: Polisi Lakukan 643 Kasus Kekerasan dalam Setahun

Disidang Warga, Tiga Oknum Janji  Tak Lakukan Pemurtadan Lagi

Disidang Warga, Tiga Oknum Janji Tak Lakukan Pemurtadan Lagi

Baca Juga

Berita Lainnya