Dompet Dakwah Media

Penasihat Hukum Buni Yani: Saksi Ahli yang Dihadirkan JPU Tak Kompeten

Aldwin dan rekan-rekannya juga menolak keterangan saksi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam BAP yang hendak dibacakan JPU karena batal hadir di persidangan akibat terkendala jarak.

Penasihat Hukum Buni Yani: Saksi Ahli yang Dihadirkan JPU Tak Kompeten
Abu Luthfi Satrio/hidayatullah.com
Suasana persidangan Buni Yani di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah, Jl Seram, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (08/08/2017).

Terkait

Hidayatullah.com– Selasa (08/08/2017) kemarin, sidang kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan terdakwa Buni Yani kembali digelar di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah, Jl Seram, Kota Bandung, Jawa Barat.

Agenda dalam persidangan ke delapan ini, majelis hakim mendengarkan keterangan para saksi ahli. Sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi ahli hukum pidana Dr Effendy Saragih.

Dalam persidangan yang berakhir menjelang adzan zhuhur tersebut, baik majelis hakim, JPU, maupun penasihat hukum Buni Yani, menanyakan seputar pasal-pasal UU ITE.

Namun, Tim Penasihat Hukum Buni, Aldwin Rahadian, mengatakan bahwa saksi ahli pidana Effendy yang dihadirkan JPU dalam persidangan kasus dugaan ujaran kebencian dengan terdakwa kliennya tidak kompeten.

“Menurut kami saksi ahli tadi yang diajukan sebagai ahli pidana kurang kompeten,” ujar Aldwin usai persidangan.

Baca: Kuasa Hukum Buni Yani: Ilegal, Hasil Penyelidikan Tambahan yang Diterima JPU

Effendy, menurut Aldwin, keahliannya tidak sesuai pada bidang pidana.

Ia beralasan bahwa penelitian disertasinya merupakan bidang perdata tentang arbitrase, sehingga kurang mengusai hukum pidana kaitannya dengan UU ITE.

Selain itu, berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pihaknya kepada Effendy, dinilai hanya jawaban yang bersifat umum dan tidak fokus pada materi persidangan.

“Tadi banyak pertanyaan-pertanyaan dari tim penasihat hukum kami yang tidak terjawab atau menjawabnya seperti orang-orang umum saja, bukan seperti seorang ahli,” ungkapnya.

Namun demikian, Aldwin beserta Tim Penasihat Hukum Buni Yani mengaku tetap menghormati kehadiran Effendy sebagai saksi ahli, dan memberikan keleluasaan pada hakim untuk menilai saksi yang telah dihadirkan JPU pada persidangan tersebut.

Baca: Kuasa Hukum Buni Yani Optimistis Hakim Batalkan Dakwaan Jaksa

Tolak Pembacaan Keterangan Saksi Ahok

Sebelumnya, Aldwin dan rekan-rekannya juga menolak keterangan saksi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam BAP yang hendak dibacakan JPU karena batal hadir di persidangan akibat terkendala jarak.

Aldwin Rahadian dan tim menolak keterangan Ahok dalam BAP dibacakan karena disinyalir ada perlakuan khusus terhadap saksi Ahok.

“Alasan keberatan kami, ada perlakuan yang tidak sama terhadap saksi-saksi fakta yang lain. Jaksa punya upaya paksa untuk menghadirkan Ahok dan ini tidak dilakukan oleh jaksa,” kata Aldwin.

Keberatan penasihat hukum Buni Yani diterima majelis hakim. Majelis hakim akhirnya memutuskan menolak permohonan JPU yang hendak membacakan BAP Ahok dan meminta agar Ahok dihadirkan dalam persidangan berikutnya yang rencananya akan digelar Selasa pekan depan.*

Rep: Abu Luthfi Satrio

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Dukung Kami, Agar kami dapat terus mengabarkan kebaikan. Lebih lanjut, Klik Dompet Dakwah Media Sekarang!

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !