Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Bela Viktor Dinilai Bahayakan Pancasila dan NKRI, Partai NasDem Didesak Dikoreksi

liputan6
Ketua Fraksi NasDem DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat (depan kiri), bersama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan Pendiri NasDem Surya Paloh (dua dari kanan) pada acara pelantikan pengurus partai NasDem se-DKI Jakarta, di Istora Senayan, Jakarta, 20 Maret 2016.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Mohammad Siddik menyatakan, pernyataan politisi NasDem Viktor Laiskodat sangat memalukan dan disesalkan karena telah menimbulkan badai politik baru.

Terlebih, menurutnya, pembelaan Partai NasDem terhadap Viktor juga tidak kalah memalukan dan disesalkan.

Siddik menilai, apa yang diungkapkan Viktor dan dibela NasDem adalah sebuah pembelaan kebodohan kadernya mengenai sejarah politik lndonesia.

Baca: Bela Viktor, Partai NasDem Memutuskan Tidak Minta Maaf

“Jika Ketua dan DPP NasDem tetap membela kader yang gagal paham sejarah politik ini, saya merasa beralasan mendesak setiap orang Islam yang peduli agamanya untuk mengoreksi sikap Partai NasDem yang menyakitkan hati umat Islam, membahayakan Pancasila, NKRI, dan kebinekaan bangsa,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (08/08/2017).

Ia menjelaskan, bapak bangsa sekaligus inisiator Pancasila, Soekarno, pernah menyeru kepada umat Islam untuk mempersilakan mengisi Pancasila dengan ideologi dan kearifan nilai-nilai Islam. Sebagaimana Bung Karno juga mempersilakan kepada komunitas yang lain.

“Apakah saudara Viktor juga tidak tahu bahwa ketika Presiden Soekarno mengumumkan kembalinya NKRI kepada UUD 45 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959, dengan dijiwai oleh Piagam Jakarta sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan?” terangnya.

Baca: Polisikan Kader NasDem, Gerindra: Pidato Provokatif Viktor Membahayakan Bangsa

Karenanya, Siddik menegaskan, pidato politik yang disampaikan Viktor membahayakan kehidupan demokrasi dan kenegaraan. Serta dengan jelas mengancam NKRI dan kebinekaan, termasuk sistem kerukunan masyarakat plural di dalamnya.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Indonesia dan Malaysia Siap Ikut Freedom Flotilla II

Indonesia dan Malaysia Siap Ikut Freedom Flotilla II

Kampanye di Bandung, Prabowo: Saya Cuma Bisa Kasih 1 Baju dan Topi

Kampanye di Bandung, Prabowo: Saya Cuma Bisa Kasih 1 Baju dan Topi

Warna Warni Panji Tauhid Seantero Monas

Warna Warni Panji Tauhid Seantero Monas

Muhammadiyah: Penerapan UU Pesantren Tergantung Kinerja Kemenag

Muhammadiyah: Penerapan UU Pesantren Tergantung Kinerja Kemenag

NU Bahas Peraturan Pelegalan Aborsi

NU Bahas Peraturan Pelegalan Aborsi

Baca Juga

Berita Lainnya