Respons Pidato Provokatif Viktor, Ini Pesan MUI buat Politisi dan Umat

“Jika dalam musyawarah antar elit politik tidak dapat dicapai kata sepakat, maka MUI menganjurkan agar penyelesaian ditempuh melalui jalur hukum, karena jalur hukum adalah pilihan yang terhormat dan beradab,” ujar Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi.

Respons Pidato Provokatif Viktor, Ini Pesan MUI buat Politisi dan Umat
muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Gedung MUI Pusat di Jl Proklamasi, Jakarta.

Terkait

Hidayatullah.com– Pidato provokatif kader sekaligus petinggi Partai NasDem, Viktor Bungtilu Laiskodat, yang dirasakan bikin gaduh belakangan ini, direspons oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

MUI mengimbau kepada semua pihak untuk dapat menahan diri dan tidak terpancing dengan memberikan pernyataan yang dapat memanaskan situasi dan mengadu domba antargolongan dan kelompok masyarakat, khususnya antarumat beragama di Indonesia.

Sebab dikhawatirkan dapat mengganggu harmoni kehidupan antarumat beragama yang sudah terbangun dengan baik, rukun, aman, dan damai.

Baca: Klaim Paling Pancasila Dinilai Timbulkan Saling Curiga Sesama Anak Bangsa

MUI mengingatkan kepada semua pihak, khususnya para elit politik, hendaknya masalah tersebut segera diselesaikan dengan pendekatan musyawarah, dengan mengedepankan semangat kenegarawanan, kekeluargaan dan persaudaraan kebangsaan.

Sehingga, menurut MUI, persoalannya tidak semakin meluas dan melebar.

“Jika dalam musyawarah antar elit politik tidak dapat dicapai kata sepakat, maka MUI menganjurkan agar penyelesaian ditempuh melalui jalur hukum, karena jalur hukum adalah pilihan yang terhormat dan beradab,” ujar Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi dalam keterangan tertulisnya yang diterima hidayatullah.com di Jakarta, Senin (07/08/2017).

Baca: Jika Kader NasDem Viktor Tak Diproses, PKS Khawatir Timbul Konflik

Kepada semua umat beragama, khususnya umat Islam, MUI menasihati agar tidak terpengaruh dan terprovokasi dengan hal tersebut.

“Seluruh masyarakat Indonesia agar tetap tenang, menjaga kerukunan hidup bersama, saling mengasihi dan bekerja sama dalam merawat dan menjaga NKRI dan persatuan bangsa,” pesannya.

Dalam pidato provokatif di Kupang, NTT, awal Agustus 2017, Viktor menuduh 4 partai secara eksplisit Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN sebagai partai pendukung berdirinya “negara khilafah” dan karena itu tidak boleh didukung. Bahkan pendukung khilafah disamakannya dengan PKI pada 1965 yang layak dibunuh.

Baca: Kader NasDem Didesak Minta Maaf, Pasca Pidato Provokatif Tuduh Partai-partai Dukung Dirikan Negara Khilafah

“Saya tidak provokasi…,” klaimnya kemudian. Lalu berkata, “… nanti negara hilang kita bunuh pertama mereka sebelum kita dibunuh,” ungkapnya disambut tawa banyak hadirin di depannya.

“Ingat dulu PKI 1965? Mereka tidak berhasil, kita yang eksekusi mereka,” tambah politikus kelahiran Kupang ini.* Andi

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !