Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Jika Kader NasDem Viktor Tak Diproses, PKS Khawatir Timbul Konflik

partainasdem
Ketua Fraksi Partai NasDem di DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), saat berpidato pada acara Pelantikan DPD dan DPC Partai NasDem se-Kota Kupang, di Tarus-Kupang Tengah, NTT, Selasa (01/08/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Departemen Hukum dan HAM DPP PKS, Zainudin Paru mengatakan, orasi politik Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR RI Viktor Laiskodat pada acara Deklarasi Calon Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Kupang, NTT, 1 Agustus 2017 lalu sangat provokatif.

PKS, terang Zainudin, mengecam ucapan Viktor yang menuduh empat partai secara eksplisit yakni Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN sebagai partai pendukung kelompok ekstremis dan khilafah yang karena itu tidak boleh didukung.

Baca: PKS: Provokasi Viktor Kader NasDem Bukan Sikap Pancasilais

“Bahkan disamakan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965 yang layak dibunuh. Sungguh itu adalah pernyataan fitnah dan sangat keji,” ujar Zainudin dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (04/08/2017).

Tegasnya, ia mengecam pernyataan Viktor yang tidak sesuai dengan fakta serta menjurus pada provokasi dan fitnah.

Pernyataan Viktor itu sangat merugikan PKS sebagai partai politik yang lahir dan hadir di Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan cita-cita mewujudkan Indonesia yang adil, sejahtera, dan bermartabat.

Baca: Polisikan Kader NasDem, Gerindra: Pidato Provokatif Viktor Membahayakan Bangsa

Ucapan Viktor yang menuding PKS, Gerindra, Demokrat, dan PAN sama dengan PKI, masih menurutnya, adalah ujaran kebencian dan ajakan permusuhan yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

“Dan mengusik rasa kebersamaan dan kedamaian di tengah masyarakat Indonesia saat ini,” jelasnya.

Zainudin mengungkapkan, ujaran permusuhan dan kebencian itu setidak-tidaknya dapat dijerat dengan Pasal 156 KUHP.

Baca: Terkait SARA, PAN Laporkan Kader NasDem Viktor ke Bareskrim

Oleh karenanya, sambung Zainudin, DPP PKS akan menyampaikan laporan pidana atas ucapan Viktor ke Mabes Polri dan Pengaduan ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI pada Senin, 7 Agustus 2017 besok.

“Jika pihak Kepolisian tidak memproses laporan kami beserta ketiga partai lainnya, maka kami khawatir akan menimbulkan reaksi dan konflik horizontal di tengah masyarakat,” pungkasnya.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Soal Idul Adha, Ahok Ngotot Akan Turunkan Petugas RPH

Soal Idul Adha, Ahok Ngotot Akan Turunkan Petugas RPH

Korban Gempa dan Tsunami Palu Kekurangan Makanan, Penjarahan Dimana-mana

Korban Gempa dan Tsunami Palu Kekurangan Makanan, Penjarahan Dimana-mana

Amnesty: Polri Gagal Ungkap Fakta Korban Tewas Peristiwa 21-23 Mei

Amnesty: Polri Gagal Ungkap Fakta Korban Tewas Peristiwa 21-23 Mei

FUI: Bom Buku Hanya Pengalihan Isu

FUI: Bom Buku Hanya Pengalihan Isu

Persis: Pembakaran “Bendera Tauhid” Tak Bisa Diterima

Persis: Pembakaran “Bendera Tauhid” Tak Bisa Diterima

Baca Juga

Berita Lainnya