Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Berjargon “Saya Pancasila” tapi Mengumbar Ujaran Kebencian, Sindir HNW

liputan6
Ketua Fraksi NasDem DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat (depan kiri), bersama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan Pendiri NasDem Surya Paloh (dua dari kanan) pada acara pelantikan pengurus partai NasDem se-DKI Jakarta, di Istora Senayan, Jakarta, 20 Maret 2016.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW), menyindir mereka yang sering berjargon “Saya Pancasila” dan “NKRI harga mati” tapi perilakunya bertentangan dengan jargon itu sendiri.

Sindiran itu menyikapi pidato provokatif kader Partai NasDem, Viktor Bungtilu Laiskodat, di Kupang, NTT, yang menuduh sejumlah partai “intoleran dan mendukung negara khilafah”.

“Kalau perilakunya semacam (Viktor) ini, jelas tidak menghadirkan kesatuan, tapi cerai-berai,” kata Wakil Ketua MPR RI ini kepada hidayatullah.com, Jumat (04/08/2017).

“Mengumbar ujaran kebencian di depan publik itu potensial memecah belah sesama anak bangsa, menghadirkan kondisi ketidakamanan publik, dan bertentangan dengan prinsip Pancasila dan NKRI,” ungkapnya.

Oleh karena itu, menurut HNW, kasus Viktor tersebut tak cukup diselesaikan dengan permintaan maaf. Tapi penting adanya penegakan hukum dalam kasus ini.

Diberitakan sebelumnya, dalam pidato provokatifnya, Viktor menuduh 4 partai secara eksplisit Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN sebagai partai pendukung berdirinya “negara khilafah” dan karena itu tidak boleh didukung. Bahkan pendukung khilafah disamakannya dengan PKI pada 1965 yang layak dibunuh.

“Mengerti negara khilafah? Semua wajib shalat,” tuding Viktor. “Negara khilafah tidak boleh ada perbedaan, semua harus shalat.”

“Saya tidak provokasi…,” klaim Ketua Fraksi NasDem DPR RI ini kemudian. Lalu berkata, “… nanti negara hilang kita bunuh pertama mereka sebelum kita dibunuh,” ungkapnya disambut tawa banyak hadirin di depannya.

“Ingat dulu PKI 1965? Mereka tidak berhasil, kita yang eksekusi mereka,” tambah politikus kelahiran Kupang ini.* Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Setelah Didesak Publik, Ahok Mengaku Minta Maaf

Setelah Didesak Publik, Ahok Mengaku Minta Maaf

Dubes AS Temui Muhammadiyah Bahas Pelanggaran HAM terhadap Uighur

Dubes AS Temui Muhammadiyah Bahas Pelanggaran HAM terhadap Uighur

Terkait Deklarasi Belfour, DPR Minta Pemerintah Layangkan Nota Keberatan atas Inggris

Terkait Deklarasi Belfour, DPR Minta Pemerintah Layangkan Nota Keberatan atas Inggris

BPOM: Tidak Benar Hydro Oxy Mouth Bisa Menangkal Virus Corona

BPOM: Tidak Benar Hydro Oxy Mouth Bisa Menangkal Virus Corona

Prof Din: MUI Harus Mengukuhkan Posisi sebagai Mitra Kritis Pemerintah

Prof Din: MUI Harus Mengukuhkan Posisi sebagai Mitra Kritis Pemerintah

Baca Juga

Berita Lainnya