Demokrat Sesalkan Pidato Kader NasDem: Pernyataan Viktor Sangat Tendensius, Mendzalimi

Menurut PD, ajakan kepada rakyat NTT untuk tidak mendukung dan tidak memberi tempat kepada partai-partai itu di NTT pasti berkaitan dengan kontestasi demokrasi yang segera akan berlangsung di NTT, baik terkait Pilkada Gubernur pun Pilkada sepuluh kabupaten.

Demokrat Sesalkan Pidato Kader NasDem: Pernyataan Viktor Sangat Tendensius, Mendzalimi
ist.
Anggota FPD DPR RI Benny K Harman dan para Petinggi DPP PD saat memberikan pernyataan pers, Kamis (03/08/2017), terkait pidato provokatif kader NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) di Kupang, NTT, Selasa (01/08/2017).

Terkait

Hidayatullah.com– Tuduhan provokatif oleh kader dan petinggi Partai NasDem, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), atas sejumlah partai politik secara berurutan Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN turut disikapi tegas oleh Partai Demoktrat (PD).

Jumat (04/07/2017) ini, di antara partai itu segera mengambil langkah hukum atas tuduhan Viktor tersebut.

“Tuduhan bahwa Partai Demokrat (PD) adalah salah satu parpol yang pada tingkat nasional tidak mendukung Perppu Pembubaran Ormas Radikal sehingga harus ‘dibunuh’ di NTT adalah upaya sistematis dari kekuatan politik tertentu untuk menghancurkan kredibilitas PD di NTT khususnya dan di tingkat nasional umumnya,” ujar para petinggi PD dalam pernyataan pers di Kupang, NTT, kemarin.

Baca: Partai-partai yang Dituduh segera Laporkan Viktor ke Kepolisian

Pernyataan Viktor yang secara sederhana menyamakan sikap kritis terhadap Perppu Ormas dan pembubaran HTI dengan sikap mendukung HTI dan ‘ormas radikal’, bagi PD, “Sangat tendensius, mendzalimi dengan maksud agar PD dijauhkan dari rakyat NTT.”

Pernyataan pers ini dibacakan para Petinggi DPP-PD di Kupang, Kamis (03/08/2017).

Hadir dalam pernyataan pers ini antara lain anggota FPD DPR RI Benny K Harman, Wakil Sekjen DPP PD Rachland Nashidik, Ketua Departemen Urusan KPK DPP PD Jemmy Setiawan, Ketua Departemen Urusan  DPR DPP PD Jansen Sitindaon, Ketua Departemen Urusan Pers Kastorius Sinaga, Sekretaris Departemen Koordinasi Perekonomian Renanda Bachtar, dan Komunikator DPP PD Cipta Panca  Laksana, serta Ketua DPD-PD NTT Jefri Riwu Kore.

Baca: PAN Desak Viktor Kader NasDem Segera Minta Maaf Secara Terbuka

Menurut PD, ajakan kepada rakyat NTT untuk tidak mendukung dan tidak memberi tempat kepada partai-partai itu di NTT pasti berkaitan dengan kontestasi demokrasi yang segera akan berlangsung di NTT, baik terkait Pilkada Gubernur pun Pilkada sepuluh kabupaten.

“Ada keinginan dari kekuatan politik tertentu agar kader-kader terbaik PD tidak memimpin dan tidak ikut kontestasi dalam Pilgub dan Pilkada sepuluh kabupaten. Langkah ini sungguh kami sesalkan karena dapat menyesatkan dan hanya ingin menjauhkan PD dari rakyat NTT,” ungkapnya.

Baca: PAN Protes Tuduhan Provokatif Petinggi NasDem, Viktor Laiskodat Diminta Bersikap Toleran

Para anak buah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu pun meminta seluruh rakyat NTT untuk tetap tenang bekerja, menjaga perdamaian dan keharmonisan, dengan tidak gampang diprovokasi oleh pernyataan-pernyataan politik dari tokoh-tokoh tertentu. “Yang hendak mengganggu keharmonisan relasi antarkelompok masyarakat NTT yang selama ini sudah terpelihara dengan baik.”

PD tingkat nasional termasuk PD NTT mendukung setiap ikhtiar pemerintah untuk menutup pintu terhadap tumbuh kembangnya “ormas-ormas radikal” di masyarakat yang secara tegas menolak ideologi Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan anti kebhinekaan.

“Bagi PD di seluruh wilayah Republik, Pancasila, UUD 1945; NKRI dan kebhinekaan adalah harga mati. Karena itu adalah menjadi panggilan sejarah PD untuk terus mengawal Pancasila, NKRI, kebhinekaan dan melaksanakan UUD 1945 secara murni dan konsekuen sebagai hukum negara tertinggi,” pungkasnya.

Baca: Kader NasDem Didesak Minta Maaf, Pasca Pidato Provokatif Tuduh Partai-partai Dukung Dirikan Negara Khilafah

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, dalam pidato bernada provokatifnya di Kupang, Selasa (01/08/2017), VBL menuduh 4 partai secara eksplisit Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN sebagai partai pendukung berdirinya “negara khilafah” dan karena itu tidak boleh didukung. Bahkan pendukung khilafah disamakannya dengan PKI pada 1965 yang layak dibunuh.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !