Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ketua Himpaudi Banyumas Bantah Kabar Ia Melarang ‘Tepuk Anak Shaleh’

youtube
[Ilustrasi] Anak-anak TPA/TPQ menyanyikan lagu "Tepuk Anak Shaleh".
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Banyumas, Khasanatul Mufidah, mengoreksi pemberitaan yang menyebut dirinya melarang atau menghentikan kegiatan menyanyikan lagu Tepuk Anak Shaleh.

Kepada hidayatullah.com Jakarta, Selasa (01/08/2017) pagi, Mufidah bercerita, awalnya ia pernah mendapat aduan dari masyarakat seputar Tepuk Anak Shaleh yang ada akhiran “Islam Yes, Kafir No”-nya.

Keluarga yang mengadu, tuturnya, memberi tahu anaknya jadi tidak mau berteman dengan temannya yang beda agama.

Mendengar aduan ini, ia katanya lalu bertanya kepada Kepala Dinas, “Bagaimana menyikapi hal ini secara bijak dan hati-hati, kepada lembaga yang memakai tepuk dengan akhiran seperti itu… Saya khawatir pola pikir anak-anak yang lugas dan unik akan salah memaknai akhiran tepuk tadi… Sehingga akan tertanam sikap intoleran terhadap teman yang berbeda agama dengannya…”

Dijawab katanya oleh Kepala Dinas, bahwa Tepuk Anak Shaleh sebaiknya tidak memakai “Kafir No”, tapi cukup berhenti sampai “Islam Yes.”

Baca: Siapakah yang Telah Kafir?

Clear menurut saya,” ujar Mufidah. “Jadi jika di dunia maya menjadi viral bahwa saya melarang atau menyuruh menghentikan Tepuk Anak Shaleh, itu fitnah. Bahkan di TPQ dan PAUD-ku pun sampai hari ini masih pakai tepuk tersebut.”

Menurutnya, kalimat “Kafir No” bisa dimaknai macam-macam oleh anak-anak. Ekstremnya, kata dia, anak-anak jadi tidak mau berteman dengan yang berbeda. “Dalam kontek bernegara yang Bhinneka Tunggal Ika, tentu kita harus sama-sama menjaga perbedaan dan keberagaman,” tuturnya melalui sambungan pesan pribadi.

Ia menambahkan, karakter anak usia dini harus dibangun. Salah satunya melalui moral dan agama. Penanaman tauhid tentu sangat baik diberikan sejak dini, kata dia. Tapi dengan catatan, tetap harus menghormati agama lainnya.

Baca: Farid Okbah: Umat Islam Toleran, Jangan Dianggap Musuh

Lakum diinukum waliyadiin. Anak-anak yang tumbuh dengan penanaman agama yang baik, kelak akan melahirkan bukan saja manusia yang beriman, tapi manusia yang ihsan, baik terhadap semua mahluk-Nya, baik terhadap sesama, dan itulah akhlak yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,” pungkasnya.* Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Wapres Buka MTQ Internasional ke-2

Wapres Buka MTQ Internasional ke-2

MUI Ingin Fatwa Larangan Atribut Non Muslim bagi Kaum Muslim Dijadikan Peraturan Baku

MUI Ingin Fatwa Larangan Atribut Non Muslim bagi Kaum Muslim Dijadikan Peraturan Baku

Para Muzakki Diharapkan Bersikap Elegan dalam Berzakat

Para Muzakki Diharapkan Bersikap Elegan dalam Berzakat

Kematian Jefri, Dahnil: Jangan Ulangi Preseden Buruk Kematian Siyono

Kematian Jefri, Dahnil: Jangan Ulangi Preseden Buruk Kematian Siyono

Ratusan Warga Suku Anak Dalam Jambi Masuk Islam atas Kesadaran Sendiri

Ratusan Warga Suku Anak Dalam Jambi Masuk Islam atas Kesadaran Sendiri

Baca Juga

Berita Lainnya