Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Anggota DPR: Agar Israel Tunduk, Perlu Langkah Strategis, Sistematis, dan Terstruktur

Haikal/INA
Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR RI Sukamta di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/01/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Setelah Israel melepas CCTV dan metal detector di Masjid Al-Aqsha, Palestina, kini penjajah Israel berulah kembali dengan menghalang-halangi umat Islam berkumpul dan melakukan shalat Jumat di sana, kata anggota Komisi I DPR RI, Sukamta.

“Israel ini memang tidak bisa dihadapi secara sporadis dan reaktif saja. Kita harus optimis Israel bisa ditundukkan, syaratnya perjuangan harus dilakukan secara menyeluruh, terus-menerus dan kompak,” ujarnya di Jakarta dalam pernyataannya diterima hidayatullah.com, Selasa (01/08/2017).

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Pembinaan dan Pelayanan Luar Negeri ini menegaskan, saat ini momentum paling krusial untuk melakukan revitalasi Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Baca: Soal Kemerdekaan Palestina, Syeikh Khalid: Umat Islam Harus Optimistis Raih Kemenangan

Indonesia dalam hal ini Kementerian Luar Negeri atau Presiden Joko Widodo perlu turun tangan menggalang negara-negara yang masih bisa diharapkan memberikan komitmen secara kompak untuk penyelesaian masalah ini.

Sebelumnya, Sukamta mengapresiasi Menlu Retno Marsudi yang menurutnya bekerja keras menggalang kekuatan yang bisa membantu menyelesaikan masalah Palestina, khususnya Masjid Al-Aqsha.

Namun langkah-langkah yang diambil perlu lebih strategis lagi. Misalnya, jelas Sukamta, Indonesia perlu mengambil inisiatif kepemimpinan di garda terdepan untuk menggalang semua kekuatan.

Baca: 8 Seruan Aliansi Indonesia Membela Masjid Al-Aqsha untuk Kemerdekaan Palestina

Semua retorika harus diwujudkan dalam langkah-langkah sistematis dan terstruktur untuk menyelesaikan masalah Masjid Al-Aqsha dan Palestina secara keseluruhan.

Paparnya panjang lebar, Pemerintah RI pun harus bisa memberi contoh kepada dunia internasional, baik melalui forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan forum OKI, agar lebih konkret melawan kedzaliman penjajah Israel ini secara komprehensif.

Tindakan boikot Israel seperti dulu pernah dilontarkan oleh Presiden Jokowi kata dia juga bisa jadi pertimbangan.

Baca: Indonesia-Arab Saudi Sepakat, Kemerdekaan Palestina Harus Terus Diperjuangkan

Negara-negara Arab yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, juga perlu diwacanakan untuk kemungkinan memboikot Israel dengan menghitung nilai strategisnya, lebih merugikan atau menguntungkan demi kemerdekaan Palestina.

Desakan di Jordan agar memutus hubungan diplomatik dengan Israel cukup menarik, masih menurutnya.

“Bisa saja pemboikotan secara kompak akan membuat Israel jera dan mau mengikuti keputusan internasional seperti resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB,” tegas Sukamta, doktor jebolan Salford University, Manchester, Inggris ini.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Kemenag Siapkan Layanan Publik Berbasis Teknologi Informasi

Kemenag Siapkan Layanan Publik Berbasis Teknologi Informasi

Pengakuan Aparat: Imigran Bisa Naik Pesawat, Teriak “Ya Husein, Ya Husein”

Pengakuan Aparat: Imigran Bisa Naik Pesawat, Teriak “Ya Husein, Ya Husein”

RZ Salurkan Beasiswa Juara Bagi 2.434 Siswa

RZ Salurkan Beasiswa Juara Bagi 2.434 Siswa

Rektor ITS: Kami tak Ingin ke ITS Karena Gelar, Tapi Karena Ridho Allah

Rektor ITS: Kami tak Ingin ke ITS Karena Gelar, Tapi Karena Ridho Allah

Pemerintah, DPR dan KPU Nekat Tetap Gelar Pilkada 2020, Din: Kediktatoran Konstitusional

Pemerintah, DPR dan KPU Nekat Tetap Gelar Pilkada 2020, Din: Kediktatoran Konstitusional

Baca Juga

Berita Lainnya