GIB Award Menegaskan Misi Utama HAM adalah Martabat Manusia, bukan Kebebasan

"Kebanyakan orang mengira HAM adalah tentang freedom, padahal yang benar adalah tentang preserving and promoting Human Dignity (melestarikan dan mempromosikan martabat manusia. Red)," terang Presiden GIB Dr Bagus Riyono.

GIB Award Menegaskan Misi Utama HAM adalah Martabat Manusia, bukan Kebebasan
Zulkarnain/hidayatullah.com
Suasacana acara Penganugerahan GIB Award di Auditorium Djokosoetono, Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), Depok, Sabtu (22/07/2017).

Terkait

Hidayatullah.com– Gerakan Indonesia Berada (GIB) menegaskan, cita-cita atau misi utama daripada hak asasi manusia (HAM) adalah martabat manusia (human dignity), bukan kebebasan (freedom).

Dalam rangka itu pula GIB Award digelar. Penganugerahan pada pengujung pekan kemarin ini pun, bagi GIB, sebagai momentum besar untuk memperkenalkan Yogyakarta Declaration on Human Dignity (YDHD) pada masyarakat luas.

GIB Award adalah Big Bang bagi GIB setelah deklarasi tanggal 6 November 2016, kata Presiden GIB Dr Bagus Riyono, dalam jumpa pers acara itu di Auditorium Djokosoetono, Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), Depok, Jawa Barat.

“Di sinilah YDHD 2016 kita perkenalkan ke masyarakat luas,” ujarnya.

Baca: GIB Ingatkan Pemerintah Utamakan Pembangunan Manusia Beradab

YDHD, jelasnya, adalah dokumen tentang manusia bermartabat dan cita-cita tentang peradaban mulia yang meluruskan kekeliruan pengertian masyarakat yang menganggap HAM sebagai kebebasan.

“Kita (GIB) akan menegaskan bahwa HAM memiliki cita-cita puncak berupa human dignity,” ungkapnya Sabtu (22/07/2017) itu.

Sebagai inisiator YDHD, lanjut Bagus, GIB menyadari benar HAM sebagai Human Dignity adalah misi utama dari HAM yang selama ini kurang banyak diketahui masyarakat.

“Kebanyakan orang mengira HAM adalah tentang freedom, padahal yang benar adalah tentang preserving and promoting Human Dignity (melestarikan dan mempromosikan martabat manusia. Red),” terang Presiden International Association of Muslim Psychologist (IAMP) ini.

Baca: GIB Kecam Keras Upaya Kriminalisasi Ulama

Penerima GIB Award

Diketahui, GIB Award dianugerahkan kepada sejumlah tokoh dan lembaga/organisasi, antara lain (almarhum) KH Hasyim Muzadi, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Kiai Hasyim dinilai sebagai tokoh yang punya kepedulian tinggi untuk keberadaban dan masyarakat yang bermartabat.

Kiai Hasyim juga dinilai sebagai tokoh yang sangat peduli dengan keselamatan akhlak bangsa, serta mampu berdialog dengan berbagai pihak beragam latar belakang.

GIB Award juga digelar sebagai momentum untuk memperkenalkan tokoh-tokoh yang berjuang menegakkan HAM yang benar dengan tujuan menjaga martabat manusia.

“Oleh karenanya, kami menganugerahi KH Hasyim Muzadi sebagai Life Time Achievement Award karena beliau berjuang sampai akhir hayatnya untuk menegakkan HAM yang menjunjung tinggi human dignity,” ungkap Bagus.

Baca: KH Hasyim Muzadi: HAM di Indonesia Belum Dipancasilakan

Selain Kiai Hasyim, sejumlah tokoh lain yang meraih GIB Award adalah (almarhum) Sultan Hamengkubuwono IX, Prof Bismar Siregar, Dr Neng Djubaedah, dan Taufik Ismail.

Adapun dari organisasi/lembaga di antaranya Aliansi Cinta Keluarga (AILA), Asosiasi Psikologi Islam, Gerakan Anti Narkotika (GRANAT), Pemuda Muhammadiyah, Penggiat Keluarga (GIGA), Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia Indoensia (PAHAM), Yayasan Kita dan Buah Hati, Yayasan Peduli Sahabat, dan Yayasan Pengembangan Media Anak.* Zulkarnain, SKR

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !