Pesan Prof Abdul Aziz Darwis, Umat Islam Harus Punya Rumah Sakit

Kepada kaum Muslimin, Abdul Aziz pun menghaturkan terima kasih tak terhingga yang secara bersama-sama telah berperan serta membangun RS Islam Bogor.

Pesan Prof Abdul Aziz Darwis, Umat Islam Harus Punya Rumah Sakit
FB Van Rum
Guru Besar IPB, Ketua Yayasan RS Islam Bogor, Pembina Yayasan UIKA, Ketua Badan Pembina Pesantren Daarul Fallah Prof Abdul Aziz Darwis.

Terkait

Hidayatullah.com– Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor, Prof Dr Ir Abdul Aziz Darwis MSc, telah berpulang ke Rahmatullah di RS itu, Bogor, Jawa Barat, Jumat malam (21/07/2017).

Semasa hidupnya, Guru Besar Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN), Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), ini pernah berpesan bahwa umat Islam harus memiliki lembaga kesehatan atau rumah sakit sendiri.

“Menjadi keharusan bagi orang-orang Mukmin untuk memiliki dan mengelola lembaga kesehatan dan rumah sakit agar setiap Mukmin yang sakit mendapatkan perawatan yang semestinya,” ujar Abdul Aziz Darwis dalam catatannya di laman resmi RS Islam Bogor.

Baca: Empat Rumah Sakit Peninggalan Kejayaan Islam

Kewajiban itu, kata Abdul Aziz Darwis, diwujudkan secara bersama dengan membangun sarana dan fasilitas rumah sakit yang representatif.

Kepada kaum Muslimin, ia pun menghaturkan terima kasih tak terhingga yang secara bersama-sama telah berperan serta membangun RS Islam Bogor.

“Semoga pengembangan Rumah Sakit Islam Bogor dalam berbagai aspek terwujud dalam waktu tidak terlalu lama,” ujarnya.

Selain itu, Dosen Agama Islam IPB yang juga Pembina Yayasan Universitas Ibn Khaldun Bogor (UIKA) ini menyampaikan pesan kepada umat Islam terkait kesehatan.

Ia mengutip sabda Rasulullah: “Tidaklah seorang Muslim ditimpa keletihan, penyakit, kekhawatiran, kesusahan, gangguan, kesedihan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah menghapus sebagian dari kesalahan atau dosanya.” (HR Bukhari-Muslim)

Baca: Menjaga Kesehatan Bagian dari membangun Peradaban Islam

Abdul Aziz Darwis menjelaskan, sakit merupakan salah satu bentuk cobaan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya.

“Sehingga Dia mengetahui siapa di antara mereka yang bersabar dan siapa yang berkeluh kesah,” pesannya.

Bagi seorang Mukmin yang sabar dalam menerima takdir Allah (sakit), maka ia tetap berprasangka baik (husnudzhon) kepada Allah. “Dan tetap menunaikan tugasnya untuk selalu ingat kepada Allah,” ujar Abdul Aziz Darwis.

Selain kesabaran, masih menurutnya, seorang Mukmin dianjurkan untuk berobat apabila ditimpa suatu penyakit. Berobat merupakan salah satu usaha untuk mencapai kesembuhan.

Baca: Rumah Sakit Pertama di Dunia Islam Mendahului Barat [1]

Kata dia mengutip Hadits Riwayat Imam Bukhari, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Allah tidak menurunkan suatu penyakit melainkan menurunkan obatnya.”

“Berobat harus disertai dengan keyakinan bahwa hanya Allah-lah penyembuh segala penyakit. Allah berfirman: “Dan jika aku (Ibrahim AS) sakit, maka Allah-lah yang menyembuhkan” (QS As-Syura: 80),” paparnya dalam catatan tanpa tanggal tersebut.

“Akhirul kalam semoga Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa meridhai setiap niat dan langkah kita bersama, Aamiin Yaa Rabbal’alamiin,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi dihimpun hidayatullah.com, pada tahun 1992-2003, Abdul Aziz Darwis diangkat menjadi Ketua Yayasan Pesantren Pertanian Darul Fallah. Hingga kemudian, sampai akhir hayatnya, almarhum masih tercatat sebagai Ketua Badan Pembina Pesantren Darul Fallah.

Baca: Hari Kemerdekaan, IMS Gelar Layanan Kesehatan di Dusun Mualaf Mentawai

 

Pada usianya yang ke-70 tahun, Abdul Aziz Darwis meluncurkan buku biografinya berjudul Meniti Jalan IlahiPerjalanan Hidup Seorang Anak Desa di IPB International Convention Center, Bogor, 29 Desember 2012.

Rektor IPB Prof Dr Herry Suhardiyanto mengaku sangat terkesan dengan buku tersebut. Menurutnya, buku tersebut berisi nukilan pengalaman hidup, pokok-pokok pikiran dan aktivitas Abdul Aziz Darwis sebagai akademisi dan pengemban dakwah.

“Beliau melakukan aktivitas dalam keseimbangan mengembangkan ilmu dalam bidang agroindustri dan bioteknologi, di samping menunaikan kewajiban berdakwah mengajak umat ke jalan ilahi,” ungkap Herry lansir laman resmi ipb.ac.id tertanggal 21 Januari 2013.

Baca: Meninggal Dunia Abdul Aziz Darwis, Guru Besar IPB dan Ketua Yayasan RS Islam Bogor

Abdul Aziz bin Darwis lahir di Bukittinggi, 5 November 1942, alias wafat di usia hampir 75 tahun. Pihak Departemen TIN IPB menyampaikan belasungkawa atas kepergiannya.

Semoga almarhum husnul khotimah. Aamiin yaa Robbal aalamiin,” tulis akun @tin_ipb di media sosial Instagram, Jumat.

“Pernah beberapa kali saya diajari beliau. Dan pernah silaturahim ke rumah beliau. Orangnya baik sekali. Semangat ibadahnya luar biasa, selalu hadir di Masjid Al-Hurriyyah,” tutur salah seorang yang mengaku pernah dididik oleh almarhum, dalam ucapan belasungkawanya lewat media sosial dengan akun Facebooknya bernama Van Rum, Jumat.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !