Senin, 29 Maret 2021 / 15 Sya'ban 1442 H

Nasional

Dakwahi Firaun, Nabi Musa Disebut Juga Didukung Kekuatan Media

yahya g nasrullah/hidayatullah.com
Simposium Jurnalis Muslim di Padang, Sumatera Barat, Selasa (18/07/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Media massa memiliki peran penting dalam kebangkitan dan kejatuhan sebuah bangsa atau umat. Hal itu, sebagaimana digambarkan dalam kisah penguasa dzalim Firaun.

Demikian dikatakan Direktur Program Pengadaan Kader Ilmiah Jeddah, Arab Saudi, Syeikh Ahmad Bathahaf, dalam Simposium Jurnalis Muslim yang diselenggarakan di Padang, Sumatera Barat, Selasa (18/07/2017).

Syeikh Ahmad menjelaskan, kekuasaan Firaun yang begitu kuat sejatinya tidak bisa bertahan kecuali dengan kekuatan media yang dia bangun untuk mempertahankan kekuasaannya.

Hanya saja, terangnya, corong media pada saat itu berupa simpul-simpul tokoh masyarakat dan tukang sihir.

Baca: Media Sosial harus bisa dijadikan sebagai Sarana Dakwah

Ia mengungkapkan, pada saat itu tokoh dan tukang sihir merupakan sarana untuk mengumpulkan khalayak dan menyampaikan kabar yang ingin disebarluaskan.

Firaun, terang Syeikh Ahmad, mempergunakan hartanya untuk mengerahkan tokoh dan tukang sihir tersebut.

“Karena saat itu tukang sihir memiliki kesamaan dengan media yang bisa mengubah keadaan atau pemikiran,” ujarnya.

Dikatakannya, tukang sihir menyampaikan ke publik bahwa agama Firaun inilah yang menunjukkan kepada kebenaran. Dan agama Nabi Musa dianggap sebagai agama yang akan menggantikan agama nenek moyang mereka.

Baca: Mewaspadai Karakter “Firaun” dalam Diri

Akan tetapi, pada akhirnya tukang-tukang sihir yang sebagian besar jujur, bisa melihat mana yang benar dan mana yang salah ketika menyaksikan kebenaran yang dibawa oleh Nabi Musa. Hingga kemudian mereka masuk Islam dan mengikuti kebenaran yang dibawa oleh Nabi Musa.

Dari kisah tersebut, ia menegaskan, pengaruh media massa sangatlah besar.

Persamaannya, kata dia, saat ini bisa disaksikan bagaimana imperium media Barat bisa mengubah pandangan masyarakat dengan media yang mereka miliki. Bahkan mampu mengubah pejuang kebenaran menjadi orang yang salah.

Baca: Posisi Insan Media Muslim dalam Kancah Perang Opini

Karena itu, Syeikh Ahmad menerangkan, eksistensi dakwah Nabi Musa juga karena dukungan media massa. Namun bukan hanya Musa yang menggunakan fasilitas media massa, tapi semua Nabi menggunakan media massa dalam menyebarkan kebenaran atau dakwah.

“Perjalanan para Nabi dan usaha mereka menyebarkan dakwah dengan media massa adalah fakta yang tidak bisa dihindari. Akan tetapi media massa itu berubah-ubah dari masa ke masa,” tandasnya.

Simposium Jurnalis Muslim ini diselenggarakan oleh Yayasan al-Manarah al-Islamiyah bekerja sama dengan Jurnalis Islam Bersatu (JITU) dan Pemerintah Kota Padang sebagai tuan rumah.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Awang: Hidayatullah jadi Ikon Kaltim

Awang: Hidayatullah jadi Ikon Kaltim

Pelajar NU Dukung Pelarangan Merokok

Pelajar NU Dukung Pelarangan Merokok

Syariat Islam di Aceh Dinilai Memberi Kesejahteraan Perempuan

Syariat Islam di Aceh Dinilai Memberi Kesejahteraan Perempuan

SBY Terima Gelar “Ksatria Salib Agung”, Dinilai Tak Ada Makan Siang Gratis!

SBY Terima Gelar “Ksatria Salib Agung”, Dinilai Tak Ada Makan Siang Gratis!

Umat Islam di Aceh Lakukan Shalat Gaib untuk Syeikh Wahbah Zuhaili

Umat Islam di Aceh Lakukan Shalat Gaib untuk Syeikh Wahbah Zuhaili

Baca Juga

Berita Lainnya