GNPF Tegaskan Tidak Akan Jadi Partai Politik

"Semua lembaga atau perorangan yang mengatasnamakan GNPF untuk membuat partai politik tentu itu sama sekali diluar domain GNPF," kata Bachtiar Nasir.

GNPF Tegaskan Tidak Akan Jadi Partai Politik
bilal/hidayatullah.com
Para tokoh GNPF MUI antara lain Habib Rizieq Shihab, KH Bachtiar Nasir, Ustadz Zaitun Rasmin, dll, bersama Kapolri Tito Karnavian pada Aksi Bela Islam III (Aksi 212) di lapangan Monas, Jakarta, Jumat, 2 Desember 2016.

Terkait

Hidayatullah.com– Beredar informasi tentang adanya gerakan untuk mendirikan partai politik mengatasnamakan gerakan 212 yang identik dengan Aksi Bela Islam pada 2 Desember 2016 lalu.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF MUI) KH Bachtiar Nasir menampik hal tersebut. Ia mengungkapkan, memang dalam gerakannya GNPF sangat erat dengan dakwah, sosial, dan politik.

“Tapi tidak serta merta GNPF harus menjadi sebuah partai politik. Dan belum pernah terpikirkan di benak kami untuk menjadikan GNPF sebagai sebuah partai politik,” ujarnya kepada Islamic News Agency (INA) di Kantor AQL Center, Jakarta, Jum’at (14/07/2017).

Baca: GNPF-MUI: Membela Islam karena Dihina Bukan Upaya Politik

Ia menegaskan, kalaupun ada usulan dari beberapa tokoh agar pihaknya membuat partai politik, namun sampai saat ini, GNPF belum memutuskan untuk menjadi sebuah partai politik atau memiliki sebuah partai politik di bawahnya.

“Semua lembaga atau perorangan yang mengatasnamakan GNPF untuk membuat partai politik tentu itu sama sekali diluar domain GNPF. Dan GNPF sama sekali tidak terlibat dengan gerakan mereka,” ungkapnya.

Baca: GNPF Mengaku Objektif Menilai Pemerintah, Minta Presiden Jokowi Utamakan Dialog

Termasuk, Bachtiar menyebut, ia secara pribadi tidak terpikir untuk bergabung dengan partai politik manapun atau masuk dalam politik praktis secara pragmatis.

“Alhamdulillah, sampai hari ini saya masih memilih untuk berdiri bersama umat dan berada di tengah-tengah umat,” imbuhnya.

Baca: Pembina GNPF MUI: Perjuangan Kita Masih Panjang

Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini mengungkapkan, ia masih fokus untuk merawat serta mengawal fenomena bangkitnya ghirah Islam dan turunnya izzah Islam di Indonesia.

“Sehingga memberikan kebaikan sebagai rahmat dari Allah Subhanahu Wata’ala kepada bangsa Indonesia,” pungkasnya.*

Rep: Yahya G Nasrullah

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !