Jum'at, 12 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Bachtiar Nasir Imbau Masyarakat Jauhi Framing Berita yang Mengadu Domba Umat

yahya g nasrullah/hidayatullah.com
Ketua Gerakan Nasional Pendukung Fatwa MUI (GNPF-MUI), Bachtiar Nasir, di Jakarta, Kamis (27/10/2016).
Bagikan:

Hidayataullah.com – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF MUI) Bachtiar Nasir mengimbau, kepada masyarakat agar menjauhi framing berita yang bertujuan untuk mengadu domba umat.

Hal itu terkait pemberitaan yang menyatakan dirinya menganggap kasus penyerangan terhadap pakar telematika Institut Teknologi Bandung (ITB) Hermansyah tidak berhubungan dengan status Hermansyah sebagai anggota tim advokasi GNPF sekaligus saksi ahli dari Firza Husein dalam kasus dugaan chat asusila.

“Saya berkepentingan untuk meluruskan informasi dan berharap kepada masyarakat untuk menjauhi framing berita yang bertujuan untuk mengadu domba umat. Kami belum mendapatkan data yang cukup terkait kasus ini,” ujarnya di Jakarta, Senin (10/07/2017).

UBN, sapaan akrabnya, menjelaskan, pihaknya tidak berani berspekulasi sampai ada informasi yang jelas berdasarkan fakta. Kepada media saat menjenguk Hermansyah di Rumah Sakit Hermina, Depok, Bachtiar mengaku, hanya menyampaikan informasi kronologi kejadian yang diperoleh dari istri Hermansyah bernama Irina yang tidak bisa berbahasa Indonesia dan masih dalam kondisi syok.

Baca: Habib Rizieq: Penyerangan Hermansyah Tidak Bisa Dilepaskan dari Kesaksiannya

“Semoga pernyataan sikap ini bisa meluruskan kekeliruan yang beredar di masyarakat, memberi ketentraman, dan memotivasi pihak kepolisian bekerja lebih ekstra,” harapnya.

Informasi yang dihimpun GNPF, kasus ini bermula dari kejadian dimana dalam perjalanan pulang ke Depok, ada mobil Honda Jazz yang tiba-tiba menyenggol bagian depan mobil Avanza yang dikendarai Hermansyah dan istrinya. Dinilai karena ingin meminta pertanggungjawaban, Hermansyah kemudian mengejar dan meminta pengemudi mobil Jazz tersebut berhenti.

Dalam pengejaran itu, ternyata ada mobil Sedan yang mengikuti Hermansyah. Setelah berhenti di Tol Jagorawi sekitar Taman Mini, menuju Depok, disitulah Hermansyah diserang menggunakan senjata tajam oleh lebih dari lima orang yang merangsek dan membacok Hermansyah hingga luka parah dan bersimbah darah.

Baca: UBN: Hermansyah Mendedikasikan Dirinya untuk Umat

Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Habib Rizieq Shihab, berkeyakinan, penyerangan terhadap ahli telematika Institut Teknologi Bandung (ITB) Hermansyah, tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan yang bersangkutan sebagai saksi dalam kasus chat palsu yang dituduhkan kepada Habib.

“Tidak bisa dilepaskan dari kegigihan beliau menyampaikan yang haq (benar),” ujarnya melalui rekaman suara yang diterima redaksi hidayatullah.com Jakarta, semalam, Ahad (09/07/2017).

Habib Rizieq menilai, penyerangan berupa pengeroyokan, pembacokan, dan pemukulan tersebut merupakan upaya pembunuhan yang sadis dan keji.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Jadikan Tahlilan Sebagai Barometer Pancasilais adalah Pemikiran Sempit

Jadikan Tahlilan Sebagai Barometer Pancasilais adalah Pemikiran Sempit

Tukang Ojek Padang Galang Dana Peduli Kerusuhan Wamena

Tukang Ojek Padang Galang Dana Peduli Kerusuhan Wamena

BNI Syariah Resmi Berdiri Awal 2010

BNI Syariah Resmi Berdiri Awal 2010

MUI Bogor dan Pemkab Bolehkan Umat Islam Berkurban di Zona Mana Saja

MUI Bogor dan Pemkab Bolehkan Umat Islam Berkurban di Zona Mana Saja

Ketua DPR: Perairan Natuna Kedaulatan NKRI Wajib Dipertahankan

Ketua DPR: Perairan Natuna Kedaulatan NKRI Wajib Dipertahankan

Baca Juga

Berita Lainnya