Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Soal Penahanan 4 Mahasiswa, PPMI Mesir Koreksi Pemberitaan Media di Indonesia

Bagikan:

Hidayatullah.com– Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir menyoroti pemberitaan media di Indonesia terkait penahanan 4 mahasiswa asal Indonesia oleh aparat keamanan Mesir.

Presiden PPMI Mesir, Ahmad Bayhaqi Maskum, meminta agar media terutama di Indonesia, menghentikan istilah “Samannud sebagai kota terlarang” dalam pemberitaannya.

“Karena tidak ada dasar hukumnya,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima hidayatullah.com, Rabu (04/07/2017).

Baca: PPMI Mesir: 4 Mahasiswa Indonesia yang Ditahan Tak Terkait Organisasi Terlarang Manapun

Bayhaqi mengatakan, pemerintah Mesir tidak pernah melarang orang berkunjung dan menetap di tempat tersebut.

Ia menyampaikan, bahwa Universitas Al-Azhar dan KBRI menganjurkan mahasiswa lebih dekat Kairo agar mudah dipantau keselamatannya. Karena itu termasuk tanggung jawab KBRI untuk menjaga keselamatan warga negara Indonesia (WNI).

Kedua, lanjutnya, terkait penyebutan “syeikh yang radikal atau terlarang”. Bayhaqi menegaskan, hal itu tidak benar.

“Sampai hari ini Syeikh Musthafa Al-Adawi bebas memberikan ceramah kemana-mana di seluruh Mesir maupun keluar negeri untuk umrah, haji, dan beri kuliah,” paparnya.

Baca: 4 Mahasiswa Indonesia Ditangkap Polisi Mesir, Fadli Zon Diminta Fasilitasi Kepulangan Mereka

Terakhir, terang Bayhaqi, mengenai penyebutan “ISIS dan teroris”. Ia kembali menegaskan, keempat mahasiswa asal Indonesia ini ditahan oleh razia random, acak untuk seluruh warga negara asing.

“Tidak usah menggunakan kata-kata tersebut karena nanti akan merumitkan proses pembebasan juga menimbulkan kesalahpahaman di Indonesia. Kasihan nama baik mereka (keempat mahasiswa itu) nantinya,” pungkasnya.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Institusi Pendidikan Islam Jangan Menggantungkan pada Pemerintah

Institusi Pendidikan Islam Jangan Menggantungkan pada Pemerintah

MUI: Media Jangan Kebablasan Urusi Rumah Tangga Orang

MUI: Media Jangan Kebablasan Urusi Rumah Tangga Orang

Dr. Said Agil Siradj Mengaku Tak Percaya Syiah

Dr. Said Agil Siradj Mengaku Tak Percaya Syiah

3 Tahun Jokowi-JK, Nasir Djamil: Ngeri-ngeri Sedap Era Sekarang

3 Tahun Jokowi-JK, Nasir Djamil: Ngeri-ngeri Sedap Era Sekarang

Mewakili Para Ibu, GIN Dorong Hakim Kasus Ahok Tegakkan Keadilan

Mewakili Para Ibu, GIN Dorong Hakim Kasus Ahok Tegakkan Keadilan

Baca Juga

Berita Lainnya