Rabu, 3 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Nasional

IASS: Lahirkan Para Tokoh Pejuang Kemerdekaan RI, Pendidikan Diniyah Patut Dilestarikan

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Santri di Pesantren Sidogiri Pasuruan, Jawa Timur.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Pengurus Pusat Ikatan Alumni Santri Sidogiri (PP IASS), Achmad Sa’dullah Abd Alim, mengatakan, pendidikan diniyah telah banyak melahirkan para tokoh berpengaruh yang turut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI.

Di antaranya, sebutnya, Pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari, Pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan, serta Pangeran Diponegoro, Panglima Besar Jenderal Sudirman, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama Prof Dr KH Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka).

“Oleh karena itu eksistensinya (pendidikan diniyah) patut dilestarikan,” ujar Achmad  di Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur, belum lama ini.

Baca: Kerja Sama Sekolah-Madrasah-Pesantren Dinilai akan Menambah Jam Pelajaran Agama

Hal itu ia sampaikan menyikapi terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah yang akan diperkuat dengan Peraturan Presiden.

Ia menjelaskan, sila pertama dari Pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa” menyiratkan, Indonesia adalah negara yang berdasarkan agama. “Sehingga pendidikan agama wajib tetap dilestarikan,” ujarnya.

Baca: Kemenag: Pendidikan Agama Sebagai Benteng Penangkal Narkoba

Di samping itu, tambahnya, UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003 juga telah mengamanatkan untuk menyelenggarakan pendidikan keagamaan yang salah satunya adalah pendidikan diniyah.

“Pendidikan madrasah diniyah ini telah terbukti berjasa mencetak generasi bangsa yang agamis dan setia pada NKRI,” ungkapnya dalam rilisnya diterima hidayatullah.com.

IASS pun menyatakan akan terus mengawal eksistensi pendidikan agama dan diniyah, yang kata dia, sudah terbukti mampu meningkatkan nilai spiritual dan akhlakul karimah.

Diberitakan media ini sebelumnya, menurut Achmad, IASS mengambil sikap tegas menolak kebijakan pemerintah itu. Karena dinilai berpotensi kuat akan mematikan madrasah diniyah yang banyak terdapat di Indonesia.

Baca: Ikatan Alumni Santri Sidogiri Menilai, Permendikbud “Hari Sekolah” Berpotensi Matikan Madrasah Diniyah

Permendikbud “Hari Sekolah” itu, menurut IASS, juga berpotensi menghapus Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam yang dinilai justru bertentangan dengan Penguatan Pendidikan Karakter seperti yang diinginkan oleh pemerintah.

Penjelasan Kemendikbud

Sebelumnya, lansir hidayatullah.com, Kamis (15/06/2017 ), Kemdikbud menampik adanya pemberitaan yang menyebutkan bahwa Kemdikbud akan meniadakan pendidikan agama di sekolah.

Menurut Kemdikbud, upaya untuk meniadakan pendidikan agama tidak ada di dalam agenda reformasi sekolah sesuai arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

Baca: Penjelasan Kemendikbud Soal Pendidikan Agama di Sekolah

“Justru pendidikan keagamaan yang selama ini dirasa kurang dalam jam pelajaran pendidikan agama akan semakin diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler,” ujarnya Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemdikbud Ari Santoso.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Ketua MK Tegaskan Sistem Hukum Indonesia Harus Disinari Sinar Ketuhanan

Ketua MK Tegaskan Sistem Hukum Indonesia Harus Disinari Sinar Ketuhanan

MS Kaban Tegaskan Caleg-caleg PBB Dukung Prabowo

MS Kaban Tegaskan Caleg-caleg PBB Dukung Prabowo

Demo Mega, Aktifis KAMMI Ditangkap

Demo Mega, Aktifis KAMMI Ditangkap

Penasihat IARC: Tak Boleh Ada Kelompok Mau Menang Sendiri

Penasihat IARC: Tak Boleh Ada Kelompok Mau Menang Sendiri

Indonesia Disebut Punya Kunci Selesaikan Krisis Rohingya

Indonesia Disebut Punya Kunci Selesaikan Krisis Rohingya

Baca Juga

Berita Lainnya