Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Geliatkan Ekonomi Islam, MTW Luncurkan Aplikasi ‘Kita Pay’

Niesky/hidayatullah.com
Peluncuran aplikasi Kita Pay di Gedung BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta, Senin malam (19/06/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Setelah sukses meluncurkan minimarket syariah berbasis komunitas ekonomi Islam, Kita Mart, MTW (Majelis Ta’lim Wirausaha) meluncurkan Kita Pay pada pertengahan tahun 2016 ini.

Berbeda dengan aplikasi serupa, dalam aplikasi Kita Pay terdapat fitur Kita Peduli. Fitur ini untuk memudahkan umat dalam hal membayar zakat, infaq, dan sedekah (ZIS).

Menurut Direktur PT Milik Kita Bersama yang menaungi Kita Pay, Hermansyah, melalui aplikasi ini, bisa melakukan transaksi berbagai macam pembayaran/tagihan secara elektronik. Adapun keuntungan transaksi elektronik ini termasuk nilai profit dan bagi hasilnya akan dapat dilihat secara elektronik pula.

“Transparansi dan akuntabilitas di atas segalanya dalam menjalankan usaha ritel,” ucapnya saat peluncuran Kita Pay di Gedung BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta, Senin malam (19/06/2017).

Baca: MTW: Aksi Damai 411 Momentum Kebangkitan Ekonomi Umat

Hermansyah menambahkan, Kita Pay akan menerapkan sistem manfaat untuk umat. Dan hal inilah menurutnya yang akan memulai kebangkitan ekonomi umat.

“Jadi bisnis ini tidak bersifat money oriented, tapi juga untuk kepentingan ekonomi umat,” ujarnya.

Selain Kita Pay, ke depan, sambung Pimpinan MTW Valentino Dinsi, Insya Allah akan ada sekitar 500 jasa yang akan dimunculkan.

“Semua menjadi milik umat Islam,” ungkap Valentino, yang juga merupakan penulis buku best seller, Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian.

Baca: Istiqlal dan MTW akan Bentuk Jaringan Ekonomi Berbasis Masjid

Adapun Kita Pay, awalnya hadir untuk melengkapi sistem elektronik Mini Market Kita Mart. Dengan sistem ini, konsumen yang juga sekaligus sebagai pemilik Kita Mart, yang terdiri dari ratusan orang tersebut, dapat melihat secara real time omset, profit, serta bagi hasil para investor.

Dengan demikian katanya transparansi dan akuntabilitas bisnis Kita Mart dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Menurut Valentino, Kita Peduli menggandeng lima lembaga ZIS seperti Rumah Zakat, IZI, Dompet Dhuafa, Baznas, dan Aksi Cepat Tanggap (ACT).*

Rep: Niesky Abdullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Cegah Pungli, Pemerintah Diminta  Gratiskan Biaya Nikah

Cegah Pungli, Pemerintah Diminta Gratiskan Biaya Nikah

Sirikit Syah: Pers Indonesia kini tak Netral, Berpihak dan Tendensius

Sirikit Syah: Pers Indonesia kini tak Netral, Berpihak dan Tendensius

Tabligh Akbar Peduli Palestina, Masyarakat Aceh Serukan Pemboikotan Produk Yahudi

Tabligh Akbar Peduli Palestina, Masyarakat Aceh Serukan Pemboikotan Produk Yahudi

PKS Ingatkan Para Kadernya Jati Diri Partai Islam

PKS Ingatkan Para Kadernya Jati Diri Partai Islam

Neno Warisman: Sangat Pantas Dicabut, Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi

Neno Warisman: Sangat Pantas Dicabut, Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi

Baca Juga

Berita Lainnya