Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Hanafi Rais: Pimpinan KPK Enggan Menerima, Amien Rais Batal Datang

andi/hidayatullah.com
Aksi di depan KPK, Jakarta, Senin (05/06/2017), terkait Amien Rais yang dituduh korupsi.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga anak dari mantan Ketua MPR Amien Rais, Hanafi Rais, menjelaskan mengapa ayahnya batal datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Alasannya kata dia karena pimpinan KPK enggan menerima Amien.

Baca: Dituduh Terima Dana Korupsi Alkes, Amien Rais: Saya Hadapi dengan Jujur dan Tegas

“Pak Amien berada di sekitar tempat ini. Niatnya bertemu dengan pimpinan KPK,” tutur Hanafi Rais kepada massa aksi di atas mobil komando, usai bertemu Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Senin (05/06/2017).

“Tetapi,” lanjutnya, “karena pimpinan KPK tidak menerima, untuk kemudian perwakilan inilah yang hadir dan menjelaskan keterangan bagaimana kemudian terjadi berita yang sumir dan bahkan jauh dari fakta yang ada.”

Baca: Soal Tuduhan ke Amien Rais, Ketum DPP IMM: KPK Sangat Tendensius

Selain Hanafi, perwakilan Amien yang lain adalah Drajad Wibowo, Saleh Partaonan Daulay, Zamhur, dan Sambo.

Hanafi kemudian menyampaikan pesan dari ayahnya untuk berjuang bersama-sama demi tegaknya keadilan.

“Pesan dari Pak Amien adalah ‘saudara-saudaraku, siapapun yang istiqamah untuk bergerak menegakkan keadilan, dan ketika akan menghadapi halangan, maka kita hadapi bersama-sama. Innallaha ma’ana. Insya Allah, Allah selalu bersama dengan kita’,” pekik Hanafi yang kemudian diaminkan massa aksi.

Terakhir, Hanafi berharap semoga keadilan hadir di negeri ini.

Baca: Ketum Pemuda Muhammadiyah: Ada Upaya Busuk dengan Menuduh Amien Rais Korupsi

Diketahui, Amien Rais sebelumnya diagendakan mendatangi pimpinan KPK, terkait tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ali Fikri, di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, yang mengatakan, ada dana Rp 600 juta dari Soetrisno Bachir Foundation (SBF) yang mengalir ke rekening Amien, antara 15 Januari 2007 sampai 13 Agustus 2007.

Dana itu oleh JPU disebut dana pembayaran pengadaan alat kesehatan (alkes) guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) 2005.

Padahal pada tahun 2007, terang Amien sebelumnya, ia sudah 3 tahun tidak lagi menjadi Ketua MPR.

Sementara itu, sebelumnya dilansir Antaranews, Pimpinan KPK tidak akan menemui pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang ingin mendatangi KPK pada Senin (05/06/2017).

“Mengenai rencana kedatangan Amien Rais, kami belum mendapat permohonan resmi untuk bertemu pimpinan KPK. Tentu pimpinan KPK punya kewajiban untuk menjaga dan meminimalisir pertemuan pihak terkait yang berperkara di KPK,” klaim jubir KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Jumat (02/06/2017).* Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Wapres: Kita Ingin Jadikan Industri Halal Indonesia Tuan Rumah sekaligus Pemain Global

Wapres: Kita Ingin Jadikan Industri Halal Indonesia Tuan Rumah sekaligus Pemain Global

IMS Adakan Khitanan Massal Muallaf Mentawai

IMS Adakan Khitanan Massal Muallaf Mentawai

Anggota DPRD Tanjungbalai juga Desak Izin Vihara Ditelusuri

Anggota DPRD Tanjungbalai juga Desak Izin Vihara Ditelusuri

PKS: Ide 3 Periode Jabatan Presiden Berbahaya Bagi Reformasi

PKS: Ide 3 Periode Jabatan Presiden Berbahaya Bagi Reformasi

400 Anak dalam Setahun Jadi Korban Kekerasan Seksual

400 Anak dalam Setahun Jadi Korban Kekerasan Seksual

Baca Juga

Berita Lainnya