Senin, 20 September 2021 / 12 Safar 1443 H

Nasional

Jika ‘Kriminalisasi’ Ulama Tak Disetop, Mosi Tak Percaya atas Pemerintah akan Digulirkan

Muhammad Abdus Syakur/Hidayatullah.com
Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, pucuk pemerintahan Indonesia saat ini.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Presidium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo mengatakan, pihaknya akan melakukan gerakan perlawanan konstitusional jika ‘kriminalisasi’ ulama terus berlanjut.

Di antara upaya itu, terang Sambo, mendesak Tim Invetigasi Komnas HAM untuk segera mengeluarkan rekomendasi penyelidikan dugaan pelanggaran HAM secara sistematis oleh pemerintah kepada para ulama dan aktivis.

Kemudian, membawa hasil rekomendasi tersebut kepada DPR, dan mendesak agar dilakukannya Sidang Istimewa MPR untuk meminta pertanggungjawaban Presiden atas tindakan dugaan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum.

Baca: Presidium Alumni 212 Minta Presiden Hentikan Kegaduhan, Setop ‘Kriminalisasi’ Ulama

Selain itu, Sambo menambahkan, pihaknya juga akan menggalang kekuatan umat dengan melakukan aksi damai bela ulama dan mosi tidak percaya kepada pemerintah. Karena, Presiden dinilai telah melanggar sumpah untuk menegakkan hukum dan konstitusi serta konstitusional dengan sebenar-benarnya.

“Kita akan lakukan secara konstitusional, tidak boleh ada darah tertumpah sebagaimana pesan Habib Rizieq Shihab,” ujarnya dalam konferensi pers di Masjid Baiturrahman, Jakarta, Rabu (31/05/2017).

Baca: Indonesia Diserbu Buruh Asing, KAMMI Tuntut Mosi Tidak Percaya pada Jokowi

Ia mengungkapkan, pihaknya juga akan menggelar tabligh akbar, istighosah, dan dzikir bersama di berbagai tempat. Termasuk menyiapkan rencana kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq dengan pengerahan massa di bandara.

“Waktu kepulangannya belum ditentukan, tapi akan dilaksanakan jika kita sudah siap menyambut beliau (Habib Rizieq),” tandas Sambo.

Terakhir, Presidium Alumni 212, lanjutnya, meminta agar aparat keamanan baik Polri dan TNI agar berlaku netral dan tidak menjadi alat kekuasaa rezim penguasa.*

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Eks MILF Moro Studi Banding ke Darul Ihsan Aceh

Eks MILF Moro Studi Banding ke Darul Ihsan Aceh

Menko Kesra: RPP Tembakau Lindungi Anak dari Bahaya Merokok

Menko Kesra: RPP Tembakau Lindungi Anak dari Bahaya Merokok

Angkatan Muda Muhammadiyah Menolak Revisi UU KPK

Angkatan Muda Muhammadiyah Menolak Revisi UU KPK

GNPF MUI: Kita Hadir di Monas karena Panggilan Allah

GNPF MUI: Kita Hadir di Monas karena Panggilan Allah

Rumah Warga Korban Banjir Konut Tak Bisa Lagi Digunakan

Rumah Warga Korban Banjir Konut Tak Bisa Lagi Digunakan

Baca Juga

Berita Lainnya