Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Penetapan Habib Rizieq Tersangka Dinilai Indikasi Tirani, Pengacara Tempuh Praperadilan

Zainal/hidayatullah.com
[File] Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di kediamannya di Petamburan, Jakarta.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab kemarin ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.

Salah seorang pengacara Habib Rizieq, Kapitra Ampera mengatakan, pihaknya akan melakukan perlawanan hukum dan politik berkaitan dengan penetapan tersangka Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF MUI) itu.

“Beliau (Habib Rizieq) marah sekali, dan akan melakukan perlawanan hukum dan politik,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, semalam, Senin (29/05/2017).

Perlawanan hukum tersebut, terangnya, berupa praperadilan. Hal itu ditempuh karena dinilai terjadi tirani penegakan hukum.

Kapitra menjelaskan, indikasi tirani itu di antaranya menargetkan Habib Rizieq menjadi tersangka dan ditahan. Padahal, sambungnya, pasal yang dikenakan sangat sumir dan tidak mengandung pidana apapun.

“Konten yang dijadikan barang bukti juga masih debatable, serta orang yang menyebarkannya sampai hari ini belum ditangkap,” imbuhnya.

Kapitra menyampaikan, pihaknya akan menguji penetapan tersangka tersebut dengan langkah hukum yang ditempuh. Termasuk juga akan melakukan Judicial Review (JR) Undang-Undang yang kerapkali digunakan untuk membungkam aktivis yang menyampaikan aspirasi terhadap kebijakan pemerintah.

“Saat ini menuju rezim yang otoritarianisme, dan berbahaya bagi perkembangan demokrasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono menyampaikan, Senin siang (29/05/2017), kepolisian resmi menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka.

Argo mengklaim, penyidik sudah melakukan gelar perkara dan menemukan alat bukti yang disebutnya berupa keterangan saksi ahli dan saksi serta beberapa video.

“Layak dinaikkan statusnya (Habib Rizieq) jadi tersangka,” ucapnya kepada hidayatullah.com melalui sambungan telepon.

Penetapan tersangka itu diketahui terkait tudingan soal “chat seks”. Jeratannya Pasal 4, 6, dan 8 UU Tahun 2008 Tentang Pornografi.* Yahya G Nasrullah, Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Ketum NU-Muhammadiyah Jalin Silaturahim “Menuju Indonesia Berkeadilan”

Ketum NU-Muhammadiyah Jalin Silaturahim “Menuju Indonesia Berkeadilan”

Ingin Jakarta Lebih Islam, Jokowi Selenggarakan 1000 Bedug Meriahkan Malam Idul Adha

Ingin Jakarta Lebih Islam, Jokowi Selenggarakan 1000 Bedug Meriahkan Malam Idul Adha

Anggota LSF Bela Film Garapan Hanung

Anggota LSF Bela Film Garapan Hanung

Hasyim Muzadi Usulkan TKW Ditarik dari Arab Saudi

Hasyim Muzadi Usulkan TKW Ditarik dari Arab Saudi

KPAI: Kejahatan Seksual terhadap Anak Sudah Taraf Membahayakan

KPAI: Kejahatan Seksual terhadap Anak Sudah Taraf Membahayakan

Baca Juga

Berita Lainnya