Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Gubernur Kalbar Larang Ulama Datang, Komnas HAM Desak Cornelis Minta Maaf

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
(Mantan) Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Maneger Nasution menyoroti sikap Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Cornelis yang, seperti dikabarkan, berpidato dengan kalimat dinilai provokatif di Kabupaten Landak, beberapa waktu yang lalu.

“Tindakan provokasi Cornelis sebagai Gubernur Kalbar, yang sudah tersebar di media sosial (medsos), antara lain, melarang ulama (Habib Rizieq dan Zulkarnaen) hadir di Kalbar,” ujar Maneger dalam pernyataan tertulisnya diterima hidayatullah.com, Kamis (25/05/2017), seraya melampirkan sebuah tautan berita terkait pernyataan tersebut.

Baca: Ketua FPI Aceh Benarkan, Masyarakat ‘Usir’ Cornelis terkait Pengadangan di Pontianak

Komnas HAM menilai, tindakan Gubernur Cornelis itu mengingkari Indonesia sebagai bangsa multikultur. “Ia mengingkari sejarah bangsanya sendiri,” ujarnya.

Sebagai pejabat publik, menurutnya, Gubernur Cornelis gagal paham tentang hal paling elementer dari perspektif HAM. “Adalah hak konstitusional setiap warga negara untuk pergi dan tinggal di seluruh teritori NKRI,” jelasnya.

Dan merupakan kewajiban konstitusional negara, khususnya pemerintah dan Cornelis sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, untuk menegakkan dan memenuhi hak-hak konstitusional warga negara, imbuhnya.

“Sejatinya Gubernur Kalbar, Cornelis, untuk segera meminta maaf kepada publik, lantaran telah melukai hati umat Islam dengan kalimat provokatif yang dilontarkannya (tersebut),” imbaunya.

Baca: [Breaking News] Ketua Umum FPI Shabri Lubis Diadang di Kalimantan Barat

Permintaan maaf itu, lanjutnya, sebaiknya disampaikan secara ksatria oleh Cornelis, “kepada masyarakat Kalimantan Barat yang sudah tercederai, terutama umat Islam.”

Komnas HAM pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi, serta diimbau saling memuliakan satu sama lain.

“Sekira ada persoalan, kedepankan dialog dan musyawarah,” pungkas Maneger.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Mengapa Kaum LGBT Tak Boleh Jadi Anggota TNI dan Polri?

Mengapa Kaum LGBT Tak Boleh Jadi Anggota TNI dan Polri?

MUI: Syeikh Ali Jaber Jadikan Islam yang Mendorongnya Cinta dan Ikhlas Berdakwah di Indonesia

MUI: Syeikh Ali Jaber Jadikan Islam yang Mendorongnya Cinta dan Ikhlas Berdakwah di Indonesia

Saat Roem jadi Mendagri, tak Satupun orang Masyumi yang  jadi Gubernur

Saat Roem jadi Mendagri, tak Satupun orang Masyumi yang jadi Gubernur

Kominfo: “Segera Laporkan Penipu di Internet”

Kominfo: “Segera Laporkan Penipu di Internet”

Viral Awan “Tsunami” di Aceh, Erupsi Gunung Sinabung di Karo, Warganet: Berdoa kepada Allah Semoga Tak Terjadi Apa-apa

Viral Awan “Tsunami” di Aceh, Erupsi Gunung Sinabung di Karo, Warganet: Berdoa kepada Allah Semoga Tak Terjadi Apa-apa

Baca Juga

Berita Lainnya