Sabtu, 25 September 2021 / 17 Safar 1443 H

Nasional

Sekum Muhammadiyah: Pembubaran HTI Tak Terlalu Efektif Bendung Ideologi Khilafah

andi/hidayatullah.com
Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini (kiri) bersama Sekjen Muhammadiyah Abdul Mu'ti pada Halaqah Kebangsaan NU dan Muhammadiyah "Negara Pancasila dan Khilafah" di Perpustakaan PBNU, Jakarta, Jumat (19/05/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti memandang pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak terlalu efektif untuk membendung ideologi khilafah.

“Slogan lama mengatakan ‘ideologi tidak akan pernah mati’. Itu saya kira akan terus terjadi,” katanya dalam Halaqah Kebangsaan NU dan Muhammadiyah bertemakan “Negara Pancasila dan Khilafah” di Perpustakaan PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (19/05/2017).

“Apalagi ideologi dunia akhirat. Komunisme yang tidak ada akhiratnya saja itu masih laku. Apalagi ini dunia akhirat, lebih laku lagi,” lanjutnya.

Baca: Terkait Pembubaran HTI, Muhammadiyah: Langkah Pemerintah Harus Konstitusional

Mu’ti menyatakan, Muhammadiyah tidak mempermasalahkan negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Sebab katanya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sama sekali tidak bertentangan dengan Islam.

“Karena itu Pancasila Islami. Karena Islami, tidak usah dipersoalkan lagi,” ucapnya.

Muhammadiyah, kata Mu’ti, juga menghormati dan menerima hukum positif yang berlaku di Indonesia.

Sehingga menurutnya tidak ada persoalan yang menyangkut UUD 1945 dan berbagai macam produk perundang-undangan di Indonesia.

Baca: MUI Tegaskan, Ormas Islam HTI Tidak Sesat atau Menyimpang

Prinsip bernegara Muhammadiyah, lanjutnya, bukan formalisasi ajaran agama, melainkan substansialisasi ajaran agama.

“Sehingga kita bergerak di level nilai, bukan bergerak pada level format,” katanya.

“Karena kita tidak mempersoalkan Indonesia, maka sekaranglah saatnya kita membangun Indonesia,” tutupnya.

Baca:Sekjen: PBNU Tak Permasalahkan Cara Keberagamaan HTI

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, pada acara itu, Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini menjelaskan, PBNU tidak mempermasalahkan cara keberagamaan HTI.

Yang menurutnya jadi masalah, misi politik HTI yang disebutnya ingin mengubah dasar ideologi negara Indonesia dengan khilafah. Hal ini menurutnya dapat menabrak hakikat keberagaman di Indonesia.* Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Produk Halal Rusia

Produk Halal Meningkat, Lembaga Halal Rusia Jajaki Kerja Sama dengan Indonesia

Jelang Muswil ke XV Pemuda Muhammadiyah Bali, Muncul Beberapa Kandidat Ketua Umum

Jelang Muswil ke XV Pemuda Muhammadiyah Bali, Muncul Beberapa Kandidat Ketua Umum

BTN Syariah Salurkan Bantuan Korban Gempa NTB Lewat BMH

BTN Syariah Salurkan Bantuan Korban Gempa NTB Lewat BMH

Ongkos Naik Haji Ditetapkan

Ongkos Naik Haji Ditetapkan

Ingin Selamatkan NU, Idrus Ramli Akui Didorong Para Kiai Calonkan Ketua Umum PBNU

Ingin Selamatkan NU, Idrus Ramli Akui Didorong Para Kiai Calonkan Ketua Umum PBNU

Baca Juga

Berita Lainnya