Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Tak Terima Vonis Hakim, PH Ahok Berdalih Ada Tekanan ke Pengadilan

Sigid Kurniawan
Terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), duduk dalam sidang putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (09/05/2017). Tampak para pengacaranya di dekatnya.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Vonis hukuman penjara 2 tahun atas terdakwa penista agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tidak diterima oleh pihak penasihat hukum (PH) terdakwa.

Salah seorang pengacara terdakwa Ahok, I Wayan Sidarta, menyatakan naik banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) yang menghukum kliennya dua tahun penjara.

Baca: GNPF-MUI Hormati Putusan Hakim terkait Vonis 2 Tahun Ahok

I Wayan mengaku kecewa atas putusan Majelis Hakim tersebut.

“Putusan ini hanya bisa dimaklumi, tapi tidak bisa diterima,” ujarnya kepada para wartawan di luar Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, tempat berlangsungnya sidang Ahok itu kemarin, Selasa (09/05/2017).

Ia memaklumi putusan Majelis Hakim dengan dalih, kata dia, ada tekanan yang luar biasa sampai ke pengadilan.

“Hakim, kan, manusia biasa juga. Oleh karena itu, sekali lagi, kita bisa memaklumi,” sindirnya.

Saat hidayatullah.com tanya tekanan yang dimaksud dari siapa? Ia menjawab, “Udah tulis sendirilah yang itu.”

Baca: Anggap Vonis Hakim Diintervensi dan Politis, Perhimpunan Al-Irsyad: Pengacara Ahok Menyesatkan

Setelah divonis penjara dua tahun, Ahok langsung digelandang ke Rutan Cipinang di Jakarta Timur. Namun semalam, Rabu (10/05/2017) dinihari, Ahok “tiba-tiba” dipindahkan ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.* Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Warga Jakarta Diminta Awasi Pungli Pilkada 2017

Warga Jakarta Diminta Awasi Pungli Pilkada 2017

Ecky Awal Risaukan Meningkatnya Pengangguran Milenial Terdidik

Ecky Awal Risaukan Meningkatnya Pengangguran Milenial Terdidik

IMM: Teror di Kediaman Amien Rais Merupakan Serangan Berencana

IMM: Teror di Kediaman Amien Rais Merupakan Serangan Berencana

Ahlul Bait Tidak Bertaqiyah

Ahlul Bait Tidak Bertaqiyah

Refly Harun: Suasana Takut Mengkritik Benar Adanya

Refly Harun: Suasana Takut Mengkritik Benar Adanya

Baca Juga

Berita Lainnya