Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

GNPF-MUI Hormati Putusan Hakim terkait Vonis 2 Tahun Ahok

yahya g nasrullah/hidayatullah.com
Konferensi Pers GNPF MUI di Tebet, Jakarta, Selasa (02/05/2017)
Bagikan:

Hidayatullah.com–Terkait vonis 2 tahun Majelis Hakim terhadap Terdakwa Kasus Penistaan Agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hari Selasa (09/05/17), Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) menyatakan bahwa persidangan yang telah dilakukan sebanyak 21 kali tersebut merupakan amanat konstitusional.

“Dalam rangka penegakkan hukum dan keadilan sebagaimana amanat Konstitusi dan peraturan perundang-undangan di bidang Kekuasaan Kehakiman,” kata Ketua Tim Advokasi GNPF-MUI, Nashrullah Nasution saat Konferensi Pers di AQL Islamic Centre, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (10/05/17).

Jalannya persidangan yang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara selaku Ketua Majelis Hakim, lanjutnya, dilaksanakan secara imparsial dan independen.

“Dengan memberikan kesempatan yang sama kepada kedua belah pihak, baik Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun Tim Penasehat Hukum BTP alias Ahok untuk membuktikan dakwaan dan dalil pembelaannya,” imbuhnya.

Baca:  Fahri Hamzah Nilai Pembubaran HTI Berlebihan dan Panik

Nashrullah juga mengapresiasi dan menghormati putusan Majelis Hakim yang telah menjatuhkan vonis bersalah melakukan tindak pidana Penodaan Agama.

“Bahwa kami meyakini dan memahami bahwa Majelis Hakim sebelum menjatuhkan putusan ini sudah menggali dan mengkaji perkara a quo sebagaimana telah disampaikan dalam pertimbangan hukumnya,” tandas Nashrullah.

Baca:  PAHAM: Ada Langkah Panjang Jika Ingin Bubarkan Ormas

Oleh karenanya, sambungnya, pihaknya yakin Majelis Hakim juga telah mendasarkan putusannya berdasarkan alat bukti dan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan.

Selain itu, Nashrullah juga menghimbau kepada seluruh pihak agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai ini.*/Ali Muhtadin

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pengamat: Kerusuhan Mako Brimob Bisa Jadi Karena Napi Sakit Hati pada Polisi

Pengamat: Kerusuhan Mako Brimob Bisa Jadi Karena Napi Sakit Hati pada Polisi

Ajaran Cecep “Nabi Palsu” tak Akui Muhammad Nabi Terakhir

Ajaran Cecep “Nabi Palsu” tak Akui Muhammad Nabi Terakhir

Sharia4Jatim akan Selenggarakan KKI 2011

Sharia4Jatim akan Selenggarakan KKI 2011

Definisi Radikal Sudah Tercemar

Definisi Radikal Sudah Tercemar

Umat Islam jangan lagi Menjadi Korban Media

Umat Islam jangan lagi Menjadi Korban Media

Baca Juga

Berita Lainnya