Sabtu, 10 Juli 2021 / 30 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

Ajukan Banding, Ditahan di Rutan Cipinang, Jabatan Ahok akan Diganti Djarot

Sigid Kurniawan
Terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), duduk dalam sidang putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (09/05/2017). Tampak para pengacaranya di dekatnya.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Terdakwa penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pasca divonis majelis hakim dengan hukuman penjara dua tahun langsung ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Vonis Ahok dibacakan dalam sidang lanjutan di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (09/05/2017).

Dalam menetapkan vonis itu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memperhatikan pasal 156a huruf a dan pasal-pasal yang ada di UU No 8 Tahun 1981 serta ketentuan lain yang bersangkutan.

“Ahok terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penodaan agama,” kata Ketua Majelis Hakim, Dwiarso Budi, saat pembacaan vonis, yang dalam pantauan hidayatullah.com disampaikan dengan tegas.

Atas vonis itu, Ahok mengajukan banding.

Usai sidang Ahok langsung digelandang ke Rutan Cipinang.

Baca: Meski Belum Puas Ahok Divonis 2 Tahun, Massa: Kami Taat Hukum

Diganti Djarot

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan akan menugaskan Djarot Saiful Hidayat sebagai pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta menggantikan Ahok yang telah divonis dua tahun penjara.

“Mendagri akan menugaskan Wagub sebagai pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta sampai habis masa bakti,” ujar Tjahjo di Jakarta, Selasa, dikutip Antara.

Baca: Ahok Divonis Dua Tahun Penjara

Diketahui sebelumnya, Ahok dan pasangannya itu sebagai petahana mengalami kekalahan di Pilkada DKI Jakarta 2017 oleh pasangan Gubernur-Wakil Gubernur terpilih, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Pantauan hidayatullah.com, vonis atas Ahok itu menuai beragam respon dari masyarakat. Antara lain ada yang merasa belum puas Ahok dipenjara 2 tahun, ada pula yang merasa sudah cukup.

“Menurut analisa ane (saya), Ahok dipenjara 2 tahun, masuk bui tahun 2017 dan kemungkinan besar keluar tahun 2019. Nah, Jokowi memerintah hingga tahun 2019. Kemungkinan besar pilpres yang akan datang Jokowi menarik Ahok untuk menjadi pasangannya atau menjadikan Ahok Wapres. Gawat,” tulis warganet Hy Muhy Khairul merespon pertanyaan awak media ini.

“Pas sudah .. tinggal kalo banding di tambah tiga tahun .. atau malah d kurangi,” tambah warganet lainnya.

Baca: Meski Belum Puas Ahok Divonis 2 Tahun, Massa: Kami Taat Hukum

“Saya kira sudah sesuai rasa keadilan pengadilan Indonesia bagi masyarakat Muslim seluruh dunia. 2 tahun cukup untuk memberikan pelajaran buat Ahok untuk bisa lebih bijak lagi setelahnya,” ucap yang lain, Syukur Sudani Hulu.* SKR, Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Haedar  dan Yunahar Menerima Terpilihnya Din Syamsuddin

Haedar dan Yunahar Menerima Terpilihnya Din Syamsuddin

Kedubes Myanmar Diteror Bom, FUI Tetap Lakukan Aksi Solidaritas Rohingya

Kedubes Myanmar Diteror Bom, FUI Tetap Lakukan Aksi Solidaritas Rohingya

Kalangan NU Desak Pemerintah Tegas Sikapi Ahmadiyah

Kalangan NU Desak Pemerintah Tegas Sikapi Ahmadiyah

Habib Rizieq: Banyak Kaum Dhuafa Jadi Target Misionaris

Habib Rizieq: Banyak Kaum Dhuafa Jadi Target Misionaris

Fahri Hamzah: Penahanan Ahmad Dhani akan Turunkan Elektabilitas Jokowi

Fahri Hamzah: Penahanan Ahmad Dhani akan Turunkan Elektabilitas Jokowi

Baca Juga

Berita Lainnya