Rabu, 3 Maret 2021 / 20 Rajab 1442 H

Nasional

Di Jakarta, Imam Besar Masjid Quba Madinah Sampaikan 5 Hal Pengokoh Iman

jibriel
Imam Besar Masjid Quba Madinah, Syeikh Shaleh bin Awad Al-Mughamisy, bersama Ketua GNPF MUI yang juga Pendiri AQL Islamic Center di Tebet, Jakarta, Sabtu (06/05/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Hadir memberikan kajian Tadabbur Al-Qur’an, Imam Besar Masjid Quba Madinah, Syeikh Shaleh bin Awad Al-Mughamisy, menyampaikan 5 poin pengokoh keimanan. Salah satunya adalah selalu membenarkan Allah.

“Kekuatan untuk membenarkan Allah. Semua yang datang dari Allah itu benar,” jelas Syeikh Al-Mughamisy di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, semalam, Sabtu (06/05/2017).

Kedua, sambungnya, pentingnya senantiasa berdzikir kepada Allah, itu tidak bisa lepas.

“Minimal kita punya wirid dalam sehari,” lanjutnya.

Selain itu, Syeikh Al-Mughamisy mengingatkan untuk senantiasa tawakkal dalam segala hal.

“Tapi jangan tawakal setelah lemah. Sejak awal itu harus tawakal,” tegasnya.

Keempat, jelasnya, shalat tahajud harus senantiasa didirikan. Walaupun sedikit jangan tinggalkan qiyamul lail, tidak mungkin iman kuat tanpa shalat malam.

Terakhir, sambungnya, harus membaca al-Qur’an setiap harinya.

“Nasibmu hari ini tergantung berapa banyak dan berapa lama kamu membaca al-Qur’an,” tandasnya.

Kehadiran Syeikh Al-Mughamisy di AQL ditemani Duta Besar Arab Saudi Syeikh Usamah Muhammad Al-Syu’aiby dan Pimpinan AQL yang juga Ketua GNPF MUI KH Bachtiar Nasir.* Ali Muhtadin

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pengungkapan Kematian Petugas Pemilu untuk Kepentingan Bangsa

Pengungkapan Kematian Petugas Pemilu untuk Kepentingan Bangsa

Santri Hidayatullah Juara I Lomba Pungut Sampah di Makassar

Santri Hidayatullah Juara I Lomba Pungut Sampah di Makassar

Warga Kecewa Tayangan Berlebihan Miyabi di TV

Warga Kecewa Tayangan Berlebihan Miyabi di TV

Sekjen Liga Arab Maju Ajang Pemilu Mesir

Sekjen Liga Arab Maju Ajang Pemilu Mesir

Pakar Maroko Nilai Indonesia Tidak Lahirkan Ulama Tingkat Dunia

Pakar Maroko Nilai Indonesia Tidak Lahirkan Ulama Tingkat Dunia

Baca Juga

Berita Lainnya