Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

GNPF MUI: Kami Datang dengan Damai, Berhentilah Menakut-Nakuti

yahya g nasrullah/hidayatullah.com
Konferensi Pers GNPF MUI di Tebet, Jakarta, Selasa (02/05/2017)
Bagikan:

Hidayatullah.com – Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF-MUI), Kapitra Ampera menegaskan,  unjuk rasa merupakan aktivitas yang dilindungi Undang-undang sebagai bentuk mengemukakan pendapat.

Ia meminta berbagai pihak, termasuk negara tidak boleh melarang proses aksi yang dilakukan oleh warga Negara, apalagi sampai menakut-nakuti warganya.

“Kami datang dengan damai, berhenti menakut-nakuti kami,” ujarnya di AQL Islamic Center, Jakarta, Selasa (02/05/2017).

Menurutnya, unjuk rasa  merupakan hak dasar sebagai masyarakat sebagaimana tercantum dalam UU nomor 9 tahun 1998, bahwa cara menyampaikan pendapat bisa dengan demonstrasi atau berunjuk rasa. Dan juga dilindungi oleh UU nomor 12 tahun 2005 tentang hak-hak sipil dan politik.

Baca: Bachtiar Nasir Jelaskan, Kenapa Aksi GNPF Selalu Hari Jumat dan Dimulai dari Masjid

Bahkan, sambungnya, dalam pasal 18 UU nomor 9 tahun 1998 disebutkan barang siapa yang melarang demostrasi atau unjuk rasa dapat dihukum 1 tahun penjara.

Kapitra mengungkapkan, dalam proses menuntut keadilan tersebut umat Islam senantiasa menempuh jalur konstitusional, dan jauh dari upaya makar sebagaimana yang sering dituduhkan.

Baca: Aksi Simpatik 5 Mei, Shalat Jumat di Istiqlal dan Jalan Kaki ke MA

“Itu bagian dari menjalankan Undang-undang. Dan kami akan mencari keadilan itu kemanapun dengan cara konstitusional. Mendatangi semua pihak, mengetuk hati mereka,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, GNPF MUI kembali akan menggelar Aksi Simpatik 55 pada Jum’at (05/05/2017) mendatang guna memberi dukungan kepada Majelis Hakim yang akan memutuskan perkara penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menjadi perhatian banyak masyarakat, mengingat sebelumnya, JPU  hanya menuntut  hukuman 1 tahun penjara dengan 2 tahun percobaan.*

 

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

7 Orang Pembunuh Santri AA Gym Tertangkap

7 Orang Pembunuh Santri AA Gym Tertangkap

Emil Salim: Perokok Usia Produktif Ancam Ekonomi Indonesia

Emil Salim: Perokok Usia Produktif Ancam Ekonomi Indonesia

Anggota Komisi III DPR: Jangankan Kapolda, Presiden pun Tak Bisa Tunda Persidangan

Anggota Komisi III DPR: Jangankan Kapolda, Presiden pun Tak Bisa Tunda Persidangan

Anggota Kongres Amerika Kunjungi DPR,  Bertemu Tokoh PDI-P

Anggota Kongres Amerika Kunjungi DPR, Bertemu Tokoh PDI-P

kunjungan jokowi

Kunjungan Jokowi Picu Kerumanan Massa di Flores, Ahli Epidemiolog: “Presiden Harus Ingatkan Anak Buahnya”

Baca Juga

Berita Lainnya