Sabtu, 16 Oktober 2021 / 9 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Pakar Hukum Pidana Unpad: Ahok Harusnya Dikenakan Pasal 156a

UNPAD
Pakar Hukum Pidana Universitad Padjajaran (Unpad), Prof Dr Romli Atmasasmita
Bagikan:

Hidayatullah.com–Guru Besar Hukum Pidana Universitas Padjajaran (Unpad), Prof Dr Romli Atmasasmita menilai, terdakwa penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, seharusnya dikenakan pasal 156a tentang penodaan agama.

Sebab yang dikatakan Ahok ‘…dibohongi pakai surat Al-Maidah…’ terkait Surat Al-Maidah itu, jelas Romli, ayat suci sebuah agama.

Lain soal, kata Romli, bila Ahok bilang, ‘jangan mau dibodohi sama umat Islam”. Kalau seperti itu, Ahok lebih tepat dikenakan Pasal 156.

“(Kasus Ahok ini) enggak pernah saya lihat 156,” tegasnya kepada hidayatullah.com, Ahad (30/05/2017).

Baca:  Dijadikan Dalih Ahok Dituntut Ringan, Buni Yani Duga JPU Diintervensi

Jadi menurutnya, tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Ahok dengan pasal 156, tidaklah tepat.

Lagi pula ia juga mengungkapkan, tidak pernah ada kasus penistaan agama yang dituntut dengan masa percobaan.

“Enggak pernah. 12 perkara lebih saya periksa, semua tuntutannya 4 tahun, 5 tahun,” terangnya.

Baca:  KH Ma’ruf Amin: JPU seperti Mendelegitimasi MUI, NU, dan Muhammadiyah

Lebih lanjut, Romli menjelaskan Surat Edaran (SE) Mahkamah Agung tentang perlunya sanksi yang berat bagi penista agama.  Kata Romli, surat tersebut sampai sekarang belum dicabut, dan menjadi pertimbangan Majelis Hakim.

Maksudnya, jika Majelis Hakim memutus Ahok dengan pasal 156a, maka mereka harus memperberat ancaman hukumannya.

Biasanya, ujar Romli, ancaman hukumannya 1/3 dari hukuman pokok. Misal hukuman pokoknya 5 tahun, maka hukumannya jadi 5 tahun plus 1/3 dari 5 tahun.*/Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Gerakan Mahasiswa Padang akan Aksi Tolak Super Block Siloam

Gerakan Mahasiswa Padang akan Aksi Tolak Super Block Siloam

Pemblokiran Situs Media Islam Dinilai Tindakan “Terorisme Negara”

Pemblokiran Situs Media Islam Dinilai Tindakan “Terorisme Negara”

MUI Jabar: Jabar Jadi Sasaran Utama Aliran Sesat dan Pemurtadan

MUI Jabar: Jabar Jadi Sasaran Utama Aliran Sesat dan Pemurtadan

PT. Media Ummat Gemilang Luncurkan Ummat TV

PT. Media Ummat Gemilang Luncurkan Ummat TV

Usulan Protokol Anti Penistaan Agama Jangan Lip Service

Usulan Protokol Anti Penistaan Agama Jangan Lip Service

Baca Juga

Berita Lainnya