Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Din: Memasuki Wilayah Keyakinan Orang Lain Bentuk Nyata Intoleransi

Ali Muhtadin/hidayatullah.com
Ketua Wantim MUI Din Syamsuddin di kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (26/04/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsuddin, menyatakan, Indonesia memiliki masyarakat yang majemuk, sehingga memerlukan toleransi yang tinggi dan kerukunan sejati.

“Bukan toleransi dan kerukunan basa-basi,” katanya di Kontor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/04/2017).

Maka, tegasnya, tidak boleh ada seseorang yang memasuki wilayah keyakinan orang lain, sebab itu merusak kemajemukan.

“Itu adalah bentuk intoleransi dan anti kebhinnekaan yang nyata, jangan dibalik!” tegas Din.

Baca: Dilema Mayoritas di Tengah Tuduhan Intoleransi [1]

Setiap elemen dan setiap orang harus menghargai orang lain, kata dia.

Din mengaku sedih terhadap orang yang mempersoalkan ujaran kebencian lalu dianggap sebagai anti kebhinnekaan.

“Ini nalar yang rancu,” pungkasnya.

Din menegaskan pentingnya menjaga persatuan bangsa, ini yang harus dikedepankan.

“Kita pesankan, persatuan bangsa sangat dikedepankan,” tandasnya.

Baca: Presiden Afghanistan Apresiasi Toleransi Masyarakat Indonesia

Diketahui, ujaran terdakwa penista agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang menyinggung al-Qur’an Surat al-Maidah ayat 51 dan menyeretnya ke pengadilan, dinilai banyak pihak sebagai bentuk “memasuki ranah agama orang lain”.* Ali Muhtadin

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Ketum MUI Jatim: Salam Semua Agama Bukan Bentuk Toleransi

Ketum MUI Jatim: Salam Semua Agama Bukan Bentuk Toleransi

Deklarasi NU Garis Lurus Dukung Prabowo-Sandi

Deklarasi NU Garis Lurus Dukung Prabowo-Sandi

Antisipasi Pemurtadan, Abu Deedat Dinilai Sering Hadapi Teror

Antisipasi Pemurtadan, Abu Deedat Dinilai Sering Hadapi Teror

Presiden Gereja Injili Di Indonesia Patut Dijadikan Tersangka

Presiden Gereja Injili Di Indonesia Patut Dijadikan Tersangka

68 Orang Meninggal di Sulsel, Ribuan Mengungsi

68 Orang Meninggal di Sulsel, Ribuan Mengungsi

Baca Juga

Berita Lainnya